PSSI Tolak Rekomendasi TGIPF Minta KLB: Pemerintah Tak Bisa Ikut Campur!

PSSI Tolak Rekomendasi TGIPF Minta KLB: Pemerintah Tak Bisa Ikut Campur!

Tim detikSport - detikSulsel
Kamis, 20 Okt 2022 15:34 WIB
Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh (Silvia Ng/detikcom)
Foto: Anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh menegaskan tidak ada KLB tahun ini. (Silvia Ng/detikcom)
Jakarta -

PSSI menolak mentah-mentah rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk segera dilakukan Kongres Luar Biasa (KLB). Menurut PSSI, pemerintah tidak boleh ikut campur internal PSSI.

"Tidak ada KLB. Tahun depan juga sudah KLB. Sesuai jadwalnya saja. Sebab yang berhak minta KLB adalah anggota kami (voters). Pemerintah tidak bisa ikut campur," ujar Anggota Komite Eksekutif (Exco) Ahmad Riyadh kepada wartawan dilansir dari detikSport, Kamis (20/10/2022).

TGIPF mengeluarkan rekomendasi pada Jumat (14/10) lalu. Salah satu rekomendasi TGIPF antara lain PSSI harus menggelar KLB untuk memilih Ketua Umum, Wakil Ketua hingga jajaran anggota Exco.


Selain itu, TGIPF juga merekomendasikan Ketua Umum Mochamad Iriawan dan jajaran Exco untuk mengundurkan diri. Namun menurut Ahmad Riyadh, PSSI punya langkah sendiri yang akan ditempuh federasi.

"Pemerintah lewat Menpora Zainudin Amali sudah berbicara. KLB itu urusan antara PSSI dengan FIFA," tegasnya.

Pernyataan Ahmad Riyadh mengacu ke ucapan Menpora Zainudin Amali yang sebelumnya yang menyebut pemerintah mesti berhati-hati untuk tak ikut campur tangan. Salah-salah langkah, Indonesia bisa kena sanksi FIFA jika ada anggapan pemerintah mengintervensi PSSI.

Adapun KLB, persiapannya butuh waktu yang tidak sebentar. Setidaknya harus dibentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) terlebih dahulu sebelum menggelar KLB PSSI.

Ahmad Riyadh menilai hal itu buang-buang waktu saja. KLB empat tahunan juga sudah dipastikan akan digelar tahun depan seiring dengan masa jabatan kepengurusan PSSI 2019-2023 berakhir.

"Jika ada anggota PSSI meminta KLB pada besok, lusa, atau bulan depan, itu harus dibicarakan lebih dulu. Tidak bisa langsung. Sebab, kan ada tahapannya. Ada caranya, tapi tetap berasal dari anggota," ucap Ahmad Riyadh.

Simak Rekomendasi TGIPF di halaman berikutnya.