Cedera Lama Kambuh, Praveen/Melati Mundur dari Indonesia Open 2022

Tim detikSport - detikSulsel
Kamis, 16 Jun 2022 16:59 WIB
Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti di BWF World Tour Finals 2021, Nusa Dua, Bali, Jumat (3/12/2021).
Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti. Foto: Rifqi Ardita Widianto/Detikcom
Jakarta -

Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Otavianti mundur dari Indonesia Open 2022. Hal tersebut karena cedera lamanya kambuh sebelum bertanding.

Jelang pertandingan, Praveen mengalami saraf kejepit, penyakit bawaan dari Kejuaraan Asia April lalu. Kondisi Praveen tidak memungkinkan untuk bermain.

"Jadi hari ini (Praveen) Jordan memang mengalami sakit yang kemarin Kejuaraan Asia, itu kambuh. Memang setelah Kejuaraan Asia kami cek, istilahnya low back pain HNPL 5E1. Jadi memang ada saraf yang kejepit," kata Pelatih Ganda Campuran Indonesia, Vita Marissa dilansir dari detikSport, Kamis (16/6/2022).


Vita menjelaskan, pemain ranking 5 dunia itu sudah melakukan perawatan dengan menggunakan korset yang ada besinya sebelum Indonesia Masters. Bahkan sebelum bertanding, Praveen juga sempat dinyatakan siap bermain.

"Kami main di depan publik sendiri, tapi sayangnya kemarin itu ketika main tidak masalah. Tapi tadi pagi sakit lagi," terangnya.

Menurut dokter, lanjut Vita, saraf kejepit memang agak riskan untuk bermain. Kapan saja cederanya bisa kambuh lagi.

"Tadi pagi dia bilang mulai kerasa, mau jalan saja sakit. Jadi untuk keamanannya saya memutuskan lebih baik tarik mundur saja," jelasnya.

Alhasil, Praveen/Melati dinyatakan kalah atas pasangan Malaysia, Chen Tang Jie/Valeree Siow pada babak kedua turnamen BWF Super 1000 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (16/6).

Cederanya Praveen membuat ganda campuran andalan Indonesia ini kemungkinan juga bakal absen di Malaysia Open dan Malaysia Master 2022. Kecuali pemulihan Praveen bisa berjalan cepat.

"Kelanjutannya itu saya juga belum tahu, kemarin dia juga sudah ke dokter ahli saraf juga, terus dicek dikasih solusinya yaitu berenang, penguatan otot, dan satu lagi pakai korset," kata Vita.

Sementara itu, dr Octaviani yang biasa menangani atlet bulutangkis, mengungkapkan tidak ada jangka waktu pasti lama penyembuhan Praveen. Pemulihannya tergantung dari fisik si atletnya.

"Sebab, saraf tidak seperti otot, bisa kembali normal lagi. Kalau saraf itu enggak, jadi yang terbaik memang harus rest dulu. Kalau memang sampai terlalu menekan dan sakitnya tidak bisa ditahan lagi, bisa dioperasi. Tapi itu pilihan terakhir," terangnya.



Simak Video "Top 5: Heboh Ceramah Habib Bahar, Raffi-Nagita Dikaruniai Anak Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/nvl)