Modal 8 Kali Menang-14 Seri di Liga 1 Antar PSM Makassar Bebas dari Degradasi

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 26 Mar 2022 08:00 WIB
PSM Makassar Vs Persiraja Banda Aceh.
Foto: PSM Makassar Vs Persiraja Banda Aceh. (dok. PSM Makassar)
Makassar -

PSM Makassar akhirnya memastikan diri bertahan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Skuad Juku Eja butuh 8 kali kemenangan dan 14 kali seri dari 33 laga yang telah dijalani agar lepas dari ancaman degradasi Liga 1.

Kepastian itu diraih PSM usai menang melawan Persiraja Banda Aceh dengan skor 1-0 pada laga yang berlangsung Jumat (25/3/2022). PSM nyaris jadi penghuni degradasi jika tidak mampu mencuri 3 poin dari tim Laskar Rencong.

Performa PSM Makassar di Liga 1 2021/2022 memang belum maksimal. Dari 33 laga yang telah dijalani, PSM hanya mampu meraih 8 kemenangan, 14 kali seri, dan 11 kekalahan.


Capaian itu menempatkan PSM Makassar di peringkat 12 dengan perolehan 38 poin. Pasukan Ramang unggul 5 poin dari Persipura Jayapura di zona teratas degradasi di posisi 16.

"Terlepas dari itu saya harus memberikan compliment (pujian) kepada anak asuh saya yang memang memberikan usaha terbaik mereka," tegas Pelatih PSM Makassar Joop Gall saat konferensi pers usai laga melawan Persiraja, Jumat malam (25/3).

Dia menilai kemenangan dari Persiraja Banda Aceh, menjadi laga sangat penting. Duel yang sempat mengancam nasib PSM turun kasta ke Liga 2 jika tidak mampu merebut 3 poin penuh, hingga akhirnya lepas dari ancaman degradasi itu.

Laga Penuh Tekanan Wajib Menang

PSM Makassar kontra Persiraja Banda Aceh diakui Joop Gall sebagai laga penuh beban. Anak asuhnya dalam tekanan demi mengamankan posisi, berbeda dengan tim Laskar Rencong yang sudah dipastikan berstatus terdegradasi.

"Saya tidak harus menyampaikan seberapa pentingnya pertandingan ini kepada kita. Dan kita melawan tim yang memang sudah punya status (terdegradasi ke Liga 2) untuk mereka musim depan," ucap Joop Gall.

Ternyata Persiraja membuat PSM kewalahan. Namun anak asuh Joop Gall tidak kehilangan kontrol dalam pertandingan meski terbebani kewajiban menang untuk mengamankan posisi di Liga 1.

"Ini adalah tim yang berbahaya. Kalau mereka (Persiraja), bermain tanpa pressure, sedangkan pressure-nya lebih ke kita. Bahkan lawan bermain dengan 5 pemain bertahan. Dan ini menunjukkan keseriusan mereka," lanjut dia.

Namun pemain PSM Makassar berhasil menang dengan skor tipis 1-0 atas Persiraja. Usaha maksimal berbuah manis di laga pertaruhan gengsi dan reputasi tim Ayam Jantan dari Timur.

"Kita tahu betapa pentingnya pertandingan ini. Memang pertandingan ini, pertandingan yang sangat ketat. Saya sempat berpikir kita melawan 12 orang," beber Joop Gall.

Striker PSM Masih Kurang Produktif

Pelatih PSM Makassar Joop Gall mengevaluasi kinerja striker yang belum optimal. Selama Liga 1 efektivitas cetak gol rendah, banyak peluang terbuang percuma.

"Kita sejauh ini tidak terlalu puas dengan striker yang kita punya," ujar pelatih asal Belanda ini.

Pertahanan Pasukan Ramang pun belum efektif gegara kemasukan 40 gol dari tim lawan. Di satu sisi PSM Makassar baru memasukkan 31 gol yang membuat lini depan selama 33 laga di Liga 1.

"Saya selalu memberitahu mereka di latihan, jangan kita terlalu bernafsu dengan menggunakan power. Gunakan dengan teknik. Kalian harus lebih tenang dalam hal penyelesaian," pesan Joop Gall.

Ferdinand Sinaga Jadi Penyelamat

PSM Makassar berhasil terbebas dari ancaman degradasi berkat gol tunggal Ferdinand Sinaga saat melawan Persiraja Banda Aceh. Skuad Juku Eja menang dengan skor 1-0.

"Kita semua pemain bertekad menghilangkan beban itu untuk bagaimana caranya kita di lapangan bekerja sama, dan mengangkat tim PSM Makassar selamat dari zona degradasi," tegas striker PSM Ferdinand Sinaga.

Gol Ferdinand pada babak pertama menit ke-41 pun mendapat pujian dari Joop Gall. Pelatih PSM Makassar ini mengapresiasi gol semata wayang dari anak asuhnya tersebut.

"Saya berpikir bahwa itu salah satu eksekusi buruk. Namun itu menjadi gol, dan menjadi salah satu gol yang indah, sangat bagus," tutur Joop Gall.

Lawan Arema Jadi Penutup Akhir Musim

PSM Makassar masih akan menjalani satu sisa pertandingan terakhir sebagai penutup kompetisi. Juku Eja bakal menghadapi Arema FC dalam laga lanjutan pekan ke-34 Liga 1.

Saat ini Arema FC menjadi salah satu tim papan atas di peringkat 4 dengan koleksi 62 poin. Tim berjuluk Singa Edan ini bukan lawan yang mudah, namun akan menjadi momen manis bagi PSM Makassar sebagai laga penutup akhir musim.

Striker PSM Makassar Ferdinand Sinaga berharap diberi kesempatan bermain dalam laga tersisa tersebut. Sebagai pelengkap perayaan tim yang lolos dari degradasi berkat gol tunggalnya saat melawan Persiraja.

"Kita bisa merayakan (kemenangan atas Persiraja). Walaupun di depan lagi masih ada satu pertandingan terakhir (melawan Arema FC)," jelas Ferdinand.



Simak Video "Bentrok Sesama Suporter PSM Makassar di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)