Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aloppoe Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah memasuki hari keempat. Petugas damkar membutuhkan bantuan alat berat ekskavator untuk memadamkan bara api di bawah tumpukan sampah.
"Sebenarnya bagusnya itu kalau ada kendaraan ekskavator, kita gali itu. Karena di bagian dalam itu, karena yang terbakar ini bagian dalam yang tidak kelihatan," ujar Kadis Damkar Parepare, Rustan Asta kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Rustan mengungkapkan, kebakaran TPA itu sulit padam sepenuhnya karena pengaruh gas metana. Dia mengatakan, api sudah membakar tumpukan sampah yang tertimbun dengan kedalaman 3 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu karena ada gas metana, bagian dalam itu ada bara api di dalam. Tapi karena kita punya penyemprot tidak bisa sampai pada kedalaman 3-2 meter, harusnya ada ekskavator," kata Rustan.
Dia mengatakan sejumlah titik api yang terus memicu asap masih terdeteksi di area timur dan barat TPA. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan ketat agar titik api tidak kembali membesar.
"Yang di sebelah timur itu masih ada sekitar 4 atau 3 titik api, di sebelah barat juga masih ada. Kami masih selalu pantau," ujarnya.
Kebakaran di lokasi TPA tersebut dilaporkan sudah berlangsung selama empat hari sejak Sabtu lalu. Luas area yang terdampak pun meluas hingga membakar hampir seluruh kawasan TPA.
"Sudah 4 hari sampai hari ini," tuturnya.
Rustan mengatakan pemicu awal kebakaran itu dipengaruhi oleh terik matahari dan cuaca ekstrem yang menyengat tumpukan sampah TPA. Hembusan angin kencang di lokasi turut mempercepat penyebaran kobaran api hingga membara.
"Itu malamnya, karena angin juga kencang, itu sudah membara seperti karhutla," ungkapnya.
Upaya penanggulangan kebakaran dilakukan secara intensif dengan melibatkan bantuan dari lintas instansi. Petugas gabungan bahkan harus berjibaku memadamkan api hingga dini hari.
"Jadi kami berjibaku sampai jam 3 pagi melakukan pemadaman," jelasnya.
Rustan memastikan proses pemadaman di lapangan tidak terkendala oleh pasokan air karena diambil dari beberapa titik sumber air. Personel Damkar juga tetap disiagakan di lokasi hingga situasi benar-benar kondusif.
"Alhamdulillah tidak ada kendala kita suplai air. Empat tempat kita ambil air kemarin," pungkasnya.
Untuk diketahui, kebakaran TPA itu mulai terjadi pada Sabtu (17/10/2026) pukul 16.30 Wita. Kebakaran itu pertama kali diketahui pemulung yang melintas di lokasi TPA.
"Setelah itu ada pemulung pulang, singgah di rumah sampaikan ada api menyala di bawah, yang pinggir jalan di bawah," kata Sapar saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (17/10).
(asm/hsr)
