Dugaan Pemicu Kebakaran Hebat di TPA Parepare

Dugaan Pemicu Kebakaran Hebat di TPA Parepare

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 20 Okt 2026 07:30 WIB
Kebakaran di TPA Aloppoe Parepare memasuki hari kedua. Petugas damkar berjuang memadamkan api yang dipicu gas metana dari tumpukan sampah.
Foto: Kebakaran di TPA Aloppoe Parepare memasuki hari kedua. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Petugas gabungan masih berjuang memadamkan kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aloppoe di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Api di TPA tersebut sulit dipadamkan diduga karena adanya gas metana dari tumpukan sampah.

Diketahui, TPA Aloppoe di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Parepare, dilaporkan mulai terbakar, pada Sabtu (17/10) sore. Sejumlah titik api masih terlihat di tumpukan sampah zona 3 dan 4, pada Senin (19/10).

Pengawas TPA Aloppoe Parepare, Safar mengatakan pemadaman kebakaran itu sudah berlangsung dua hari. Dia menuturkan masih terdapat titik api kecil yang dipicu bara api dari bawah tumpukan sampah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang itu sudah menjelang dua hari. Sisa asap, tapi didalamnya masih ada bara di bawah, masih ada titik api yang kecil," kata Safar kepada detikSulsel di lokasi, Senin (19/10/2026).

Dia menjelaskan titik api utama berada di area bagian selatan TPA yang merupakan zona nonaktif. Kondisi sampah yang menumpuk berlapis-lapis membuat kobaran api cepat merambat hingga ke bagian dasar.

ADVERTISEMENT

"Ini bagian selatan, zona mati sebenarnya. Kalau lolos di lapisan ke bawah itu, itu yang paling susah dipadamkan," jelasnya.

Safar membeberkan area yang terbakar meliputi zona 2, 3, dan 4. Tumpukan sampah di zona nonaktif tersebut tergolong sangat tebal dan mencapai ketinggian lebih dari 10 meter.

"Lebih 10 meter di atas tanah. Zona 3-4 dengan zona 2, tidak aktif zona mati semua. Wilayah sampah ini sekitar kurang lebih keliling 800 meter persegi tidak sampai 1 hektare. Tapi karena sudah menggunung jadi kelihatan besar," ujanya.

Petugas berupaya memadamkan kebakaran TPA Parepare menggunakan suntik air.Petugas berupaya memadamkan kebakaran TPA Parepare menggunakan suntik air. (Ardiansyah/detikSulsel)

Api Sulit Dipadamkan karena Gas Metana

Safar mengungkapkan terdapat kandungan gas metana yang tersimpan di dalam tumpukan sampah tersebut. Gas alami dari pembusukan limbah ini dinilai mempercepat kobaran bara api di dalam tanah.

"Ada kemungkinan pengaruh gas metan. Apalagi di sini ada instalasi gas metannya," ungkap Safar.

Untuk menembus titik api di bagian dalam, tim pemadam menerapkan teknik penyuntikan air langsung ke tumpukan sampah. Petugas juga berencana membongkar tumpukan sampah agar proses pemadaman bisa berjalan lebih maksimal.

"Disuntik ke bawah itu supaya bisa tembus ke kedalaman di bawah. Kalau disemprot di atas saja, bagian bawah tidak akan sampai," terang Safar.

Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran masih terus bersiaga penuh di lokasi kejadian. Proses pemadaman dijadwalkan berlangsung intensif hingga malam hari.

"Masih proses pemadaman. Pemadam yang datang tadi pagi setengah 8 sudah ada di sini, ini sampai malam lagi nantinya," imbuhnya.



(hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads