Kabut asap tipis menyelimuti wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) hari ini. BMKG mengonfirmasi konsentrasi partikulat atau PM2,5 di Parepare telah masuk dalam kategori tidak sehat.
Pantauan detikSulsel, Jumat (9/10/2026) pukul 15.10 Wita di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kilometer 1, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, tampak langit diselimuti lapisan tipis asap. Kondisi itu membuat pemandangan pegunungan tampak samar.
Kepala Meteorologi BMKG Sulsel, Rizky Yudha Pahlawan membenarkan terkait langit Parepare diselimuti asap tipis. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kota Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, betul pantauan visual hari ini di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, Kota Parepare dan sekitarnya melaporkan udara dalam keadaan kabur," kata Rizky dalam keterangannya, Jumat (9/10).
Rizky mengungkapkan, tingkat pencemaran udara yang terukur di Parepare sudah melebihi batas aman. Angka konsentrasi partikel udara tersebut tercatat mencapai puluhan mikrogram per meter kubik.
"Berdasarkan pengamatan konsentrasi PM2,5 di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros tercatat sebesar 85,3 mikrogram per meter kubik dan dalam kategori tidak sehat," terangnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan demi menjaga kesehatan. Langkah perlindungan diri seperti penggunaan masker sangat disarankan, terutama bagi kelompok rentan.
"Kami imbau untuk masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, memakai masker," imbau Rizky.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Parepare mewaspadai lonjakan kasus kesehatan akibat fenomena ini. Pihaknya menaruh perhatian khusus pada potensi penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Asap pasti, pasti ada efek yang kita khawatirkan, terutama sekali terkait dengan penyakit ISPA," ujar Plt Kadis Kesehatan Parepare, Muhammad Idris.
Idris menilai tingkat keparahan kabut asap di Parepare sejauh ini masih tergolong relatif ringan. Meski demikian, warga tetap diminta tidak lengah dan selalu meningkatkan kewaspadaan.
"Tapi kalau menurut pemantauan kami memang masih belum terlalu tinggi, dibandingkan dengan yang terjadi di daerah lain," kata Idris.
Dia menyarankan warga untuk selalu melindungi diri saat terpaksa berada di luar rumah. Penggunaan masker menjadi langkah krusial guna menekan risiko paparan polusi udara.
"Kalau terkait dengan asap ya tentu kita menganjurkan untuk pada saat beraktivitas untuk tetap menggunakan masker," pungkasnya.
