KONI Parepare Pusing Anggaran Porprov dari Pemkot Minim

KONI Parepare Pusing Anggaran Porprov dari Pemkot Minim

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 01 Okt 2026 16:41 WIB
Rapat Kerja KONI Parepare.
Rapat Kerja KONI Parepare. Foto: (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

KONI Parepare dibuat pusing lantaran minimnya alokasi dana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dari Pemkot yang cuma Rp 950 juta. Alokasi yang terbatas itu membuat kontingen krisis armada mobil atlet hingga ditiadakannya agenda pemusatan latihan atau training center (TC).

Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante membeberkan, alokasi anggaran sebesar Rp 950 juta untuk cabor non-paralimpik hanya diprioritaskan bagi atlet dan pelatih. Imbasnya, kebutuhan akomodasi bagi para pengurus cabor terpaksa dipangkas habis.

"Dari Rp 950 juta ini, pembiayaan untuk atlet, pelatih, itu tidak lagi mengakomodir official dan manajer. Berikut juga pengurus cabor, itu sudah tidak diakomodir," kata Fadly kepada detikSulsel usai rapat kerja KONI, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadly menyoroti minimnya armada mobil operasional untuk mobilitas para atlet di lokasi pertandingan. Dari puluhan cabor yang lolos, ketersediaan kendaraan dinilai masih jauh dari kata cukup.

"Kendaraan disiapkan hanya 24 kendaraan, nah kita ini memiliki cabor kurang lebih 36 yang lolos. Anggaplah 34 yang berangkat, berarti kita masih defisit 10 mobil," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut kian diperparah dengan terbatasnya anggaran bahan bakar minyak (BBM) dari tempat penginapan menuju venue pertandingan. Pihaknya pun meminta Dinas Pendidikan dan Olahraga segera mematangkan skema operasional tersebut.

"Nah, dari tempat bermalam ke venue, ini berapa kilometer, berapa BBM-nya. Ini yang harus segera dipertajam oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga," jelasnya.

Masalah krusial lain yang memicu keprihatinan adalah ditiadakannya anggaran TC bagi seluruh cabor. Padahal, TC sangat dibutuhkan untuk mengasah kemampuan fisik sekaligus penyesuaian tempat laga.

"Ibaratnya training center itu pemanasan, tempat kita mengasah skill. Nah, begitu juga pengenalan venue, itu harus dilakukan di sana TC-nya," ujar Fadly.

Di tengah kondisi yang serba terbatas, Fadly mewanti-wanti agar tidak ada hak atlet yang ditumbalkan. Ia bahkan tak segan merekomendasikan cabor untuk absen bertanding jika hak atlet terabaikan.

"Kami terus mendorong agar supaya tidak ada hak-hak atlet yang nanti dikorbankan. Saya merekomendasikan agar sebaiknya tidak mengikuti kegiatan Porprov kalau berimplikasi kepada tidak terpenuhinya hak atlet," tegasnya.

Minimnya anggaran operasional ini pada akhirnya memaksa KONI Parepare mengubur target masuk jajaran tiga besar. Keterbatasan dana diakui sangat memukul intensitas dan persiapan para atlet.

"Dengan skema anggaran yang sangat minim ini, tentu kami tidak bisa berbuat banyak untuk tetap pada target semula. Karena ini sangat mempengaruhi vitalitas dan intensitas pelatihan atlet," tuturnya.

Meski demikian, Fadly memastikan apresiasi dalam bentuk bonus untuk para peraih medali bakal tetap disiapkan oleh Pemkot Parepare. Kejelasan bonus tersebut sudah disampaikan langsung oleh Asisten III Setda Parepare.

"Bonus akan dianggarkan pada APBD tahun depan, yang kemudian menunggu hasil berapa yang didapatkan kontingen Parepare. Kisarannya Rp 25 juta per emas," pungkasnya.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads