8 Siswa SDN 85 Parepare Tak Terdaftar Dapodik-Belajar di Musala Setahun

8 Siswa SDN 85 Parepare Tak Terdaftar Dapodik-Belajar di Musala Setahun

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 22 Jul 2026 15:30 WIB
Suasana SDN 85 Parepare.
Foto: Suasana SDN 85 Parepare. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Sebanyak 8 siswa di SDN 85 Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), terpaksa menjalani proses belajar-mengajar di ruang musala selama satu tahun terakhir. Nama mereka juga belum terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga tidak memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Kondisi tersebut memicu keresahan bagi para orang tua siswa yang tak kunjung mendapat kepastian legalitas status pendidikan anak-anak mereka. Salah satu orang tua siswa, Nurhayati mengaku lelah karena terus-menerus diminta bersabar oleh pihak sekolah maupun dinas terkait.

"Kalau saya sih, kami menghadap begini ya cuma minta kepastian bagaimana anak-anak kami ini. Sudah satu tahun di sekolah di 85 masih di ruangan ini, ruangan musala. Nah, kami tahun lalu disuruh menunggu sampai bulan 10 (Oktober), nah sampai naik kelas 2 belum pernah ada kepastiannya," ujar Nurhayati kepada detikSulsel, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurhayati mengatakan, anak-anak mereka tetap beraktivitas seperti biasa dan memegang dokumen rapor dari pihak sekolah. Namun, lembar rapor tersebut tidak mencantumkan NISN sama sekali karena data murid belum di-input ke Dapodik.

"Rapornya ada, cuma tidak ada nomor NIS-nya. Belum pernah ada semua terdaftar di Dapodik," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Proses belajar anak-anak yang diasingkan di ruang musala juga dinilai sangat mengganggu psikologis para murid. Pihak orang tua merasa laporan yang disampaikan berulang kali ke kepala sekolah selalu berujung pada jalan buntu.

"Aktif belajar, tapi kendalanya itu di musala. Dia kayak diasingkan saja dari kelas lain, tidak digabung," keluh Nurhayati.

"Selalu melapor (ke kepala sekolah) Alasannya itu saja menunggu, menunggu, menunggu. Di Dinas juga rasanya lepas tangan. Jadi jalan satu-satunya saya naik saja ke sini lagi," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 85 Parepare, Bastian membenarkan keberadaan para siswa yang terpaksa belajar di ruang musala tanpa NISN tersebut. Menurutnya, situasi ini dipicu oleh desakan para orang tua saat masa penerimaan siswa baru padahal kuota sekolah sudah terpenuhi.

"Sebenarnya sekolah tidak ada mi kewenangannya. Kan sudah kuota penerimaan sekian sudah diumumkan, tapi dia ngotot terus," kata Bastian.

Melihat desakan yang kuat dari orang tua hingga mengadu ke DPRD, pihak sekolah akhirnya mengambil tindakan darurat. Penggunaan musala sebagai tempat belajar dilakukan atas arahan Dinas Pendidikan setempat sembari mengurus pendaftaran ke pusat.

"Sehingga pihak dinas sampaikan ke sekolah bilang 'buka mi dulu ini, nanti kita usulkan kembali ke Balai Besar Penjamin Mutu'. Nah, prosesnya sampai sekarang belum selesai," jelasnya.

Bastian mengungkapkan jumlah siswa yang menempati ruang musala tersebut awalnya berjumlah 11 orang. Namun, 3 orang di antaranya memutuskan keluar demi mendapatkan NISN di sekolah lain sehingga kini menyisakan 8 siswa.

"Tadinya 11, tapi sudah tinggal 8 memang. Dia ambil langkah untuk cari sekolah yang bisa mendapatkan NISN, langsung berpindah. Yang sisa 8 ini masih di sekolah," pungkasnya.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads