Warga di sekitar Pasar Senggol, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap seekor ular piton sepanjang 3 meter secara hidup-hidup menggunakan kayu. Hewan melata itu ditemukan di area tanggul pantai saat warga sedang beraktivitas malam hari.
Ular itu ditemukan di tanggul pantai Pasar Senggol, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Penemuan ini bermula ketika warga dan pedagang pasar sedang beraktivitas di sekitar tanggul.
"Anggota dewan Andi Fudail yang melapor. Orang mancing dan pedagang pasar yang temukan," kata Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Parepare, Fransiskus kepada detikSulsel, Senin (23/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ular yang memiliki corak warna kekuningan hijau tersebut dipastikan merupakan jenis piton. Fransiskus mengungkapkan, ukuran ular ini sudah masuk kategori besar dan sangat berbahaya jika merasa terancam atau sedang mencari mangsa.
"Panjangnya 3 meter lebih. Itu sudah termasuk besar. Semua jenis ular punya potensi bahaya," jelasnya.
Pihak Damkar menduga ular tersebut keluar dari drainase di sekitar pasar. Ular itu disebut muncul di permukaan tanggul untuk mencari makanan.
"Bisa saja dia dari got, ada tumpukan kayu dan tenda yang ditempati bersarang. Dia keluar cari makan itu," ungkap Fransiskus.
Sebelum petugas Damkar tiba di lokasi, warga setempat berinisiatif mengamankan ular tersebut agar tidak melukai orang di sekitar. Warga melumpuhkan pergerakan ular dengan menjepit bagian kepalanya menggunakan kayu.
"Jadi anggota kami tiba, sudah diamankan warga di dalam karung. Kita sisa evakuasi. Mereka pakai kayu untuk mengamankan kepalanya," tuturnya.
Damkar Parepare memastikan ular tersebut tidak dibunuh. Petugas membawa ular piton itu untuk dikembalikan ke habitat aslinya yang jauh dari jangkauan masyarakat.
"Tidak dibunuh. Kita bawa ke hutan Lapadde yang jauh dari pemukiman untuk dilepaskan di habitatnya," pungkasnya.
