Napi Narkoba di Lapas Parepare Meninggal karena Serangan Jantung

Napi Narkoba di Lapas Parepare Meninggal karena Serangan Jantung

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 18 Feb 2026 19:45 WIB
Lapas Kelas IIA Parepare.
Foto: Lapas Kelas IIA Parepare. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Seorang narapidana (napi) kasus narkoba bernama Mukhlis (46) di Lapas Kelas IIA Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dunia karena serangan jantung. Napi tersebut menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

"Kematian warga binaan atas nama Mukhlis ini terjadi di Rumah Sakit Andi Makkasau, bukan di dalam Lapas. Dari rekam medis dokter, napi tersebut mengalami serangan jantung," ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Parepare, Jerry Djarang kepada detikSulsel, Rabu (18/2/2026).

Jerry mengatakan Mukhlis awalnya terbangun pada Senin (16/2) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, Mukhlis sempat makan bersama teman satu selnya dan meminta dipijat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pukul 06.00 Wita kurang pada tanggal (16/2), dia kemudian terbangun kembali dan meminta rekannya istirahat saja," katanya.

Saat temannya hendak tidur, dia mendengar Mukhlis mengorok dengan tangannya mengepal keras. Selain itu, mata dan mulut Mukhlis terbuka.

ADVERTISEMENT

"Temannya melihat posisi tangan almarhum mengepal seperti menahan sakit, dengan mata dan mulut terbuka," jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, teman Mukhlis langsung melapor ke petugas jaga. Pihak Lapas segera mengerahkan tim medis internal sebelum merujuk Mukhlis ke Rumah Sakit Andi Makkasau.

"Setibanya di IGD rumah sakit sekitar pukul 07.00 Wita, tim dokter langsung melakukan tindakan medis darurat. Namun, nyawa Mukhlis tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 07.20 Wita," jelasnya.

Berdasarkan diagnosa dokter, penyebab kematian warga binaan tersebut adalah serangan jantung atau heart attack. Pihak Lapas menegaskan, kematian ini murni karena faktor kesehatan yang wajar dan bukan disebabkan oleh hal lain.

"Kematian atau meninggalnya warga binaan ini adalah kematian yang wajar ya. Bukan karena hal-hal apa pun, tapi memang hal yang wajar ya," ujarnya.

Jerry kemudian menghubungi pihak keluarga untuk menyerahkan jenazah napi sesuai prosedur yang berlaku. Pihak keluarga menerima dengan lapang dada atas meninggalnya Mukhlis.

"Pihak keluarga sudah kami hubungi dan telah diberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian ini. Pihak keluarga pun sudah menerima kondisi tersebut dengan baik," jelasnya.

Jerry mengungkapkan, napi tersebut tercatat mengalami riwayat penyakit jantung. Napi itu kerap melakukan izin berobat ke rumah sakit.

"Iya memang ada riwayat penyakit jantungnya. Kami beberapa kali memberikan izin berobat, kontrol ke rumah sakit," imbuhnya.



(hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads