Timsus ITH Parepare Minta Mahasiswi Korban Pelecehan Oknum Dosen Buat Laporan

Timsus ITH Parepare Minta Mahasiswi Korban Pelecehan Oknum Dosen Buat Laporan

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 28 Jan 2026 20:30 WIB
Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman saat konferensi pers.
Foto: Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman saat konferensi pers. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Tim khusus (timsus) atau Adhoc Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta mahasiswi yang diduga dilecehkan oknum dosen berinisial RR untuk membuat laporan resmi. Korban yang melapor nantinya akan mendapatkan pendampingan.

"ITH juga berharap agar pihak yang merasa menjadi korban dapat menyampaikan laporan secara resmi melalui mekanisme yang telah disediakan," kata Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Suryansyah menjamin pihaknya memberikan perlindungan kepada korban dan identitasnya dirahasiakan. Laporan korban akan mempermudah timsus menangani kasus pelecehan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menegaskan bahwa setiap pelapor akan mendapatkan perlindungan, kerahasiaan, dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Dia menegaskan penanganan kasus itu akan dilakukan dengan hati-hati. Suryansyah mengatakan, tim adhoc yang melakukan penyelidikan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

ADVERTISEMENT

"ITH menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi asas kehati-hatian, objektivitas, praduga tak bersalah, dan keadilan, serta dilakukan sesuai prosedur institusional," katanya.

Suryansyah mengungkapkan oknum dosen RR telah dimintai keterangan. Oknum dosen membantah semua tuduhan terkait dugaan pelecehan mahasiswi seperti yang tersebar di media sosial.

"Dalam proses klarifikasi tersebut, pihak diduga tertuduh yang dimintai keterangan menyampaikan pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melakukan tindakan kekerasan seksual sebagaimana informasi yang beredar di media sosial," bebernya.

Oknum dosen RR disebut siap mengikuti seluruh prosedur terkait penanganan kasus tersebut. Dia mengaku bersedia dimintai keterangan jika tim Adhoc melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Pihak diduga tertuduh yang diklarifikasi juga menyatakan kesediaannya untuk bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh mekanisme serta tahapan yang dilakukan oleh ITH dalam rangka penyelesaian persoalan ini sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi ITH Parepare mengaku dilecehkan oknum dosen berinisial RR sejak tahun 2023. Mahasiswi itu mengaku kerap dihubungi oknum dosen tersebut pada jam tertentu diluar urusan kampus.

"Untuk yang bisa saya pastikan sekarang adalah, bentuk pelecehan yang dilakukan terlapor yaitu pada 2023. Beliau (RR) sering sekali menghubungi mahasiswi pada jam yang tidak wajar dan juga sering menelepon di waktu tersebut," ungkap salah seorang mahasiswi ITH Parepare yang enggan disebut namanya kepada detikSulsel, Senin (26/1).

Mahasiswi itu juga mengaku sudah ada empat rekannya yang menjadi korban pelecehan oleh oknum dosen RR. Keempat korban mengaku kerap ditelepon tengah malam oleh RR.

"Sejauh ini yang mengaku dapat chat tengah malam itu ada 4 mahasiswi," jelasnya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads