Ultimatum Pupuk Indonesia ke Distributor Nakal di Parepare

Ultimatum Pupuk Indonesia ke Distributor Nakal di Parepare

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 18 Mar 2025 09:30 WIB
Ilustrasi Pupuk Subsidi
Foto: Pupuk Indonesia
Parepare -

PT Pupuk Indonesia memberikan ultimatum kepada distributor nakal yang diduga penyebab terjadinya kelangkaan pupuk subsidi di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Distributor pupuk akan dievaluasi dan kerjasama bisa dihentikan jika terbukti melanggar.

Manager Sulsel 2 dan Sulbar PT Pupuk Indonesia, Muhammad Hidayat Syam mengatakan pihaknya memang rutin melakukan evaluasi terkait penyaluran pupuk subsidi. Dia juga mengaku telah menerima aduan terkait kelangkaan pupuk di Parepare.

"Kami memang ada evaluasi setiap 3 bulan. Terkait kasus di Parepare (kelangkaan pupuk subsidi) kami sisa mencari pembuktian," kata Hidayat kepada detikSulsel, Senin (17/3/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan laporan kelangkaan pupuk subsidi disampaikan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Parepare. Dia memastikan pihaknya menindaklanjuti keluhan yang disampaikan Pemkot Parepare.

"Itu memang ada surat yang isinya untuk evaluasi (distributor pupuk subsidi di Parepare)," katanya.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan pihaknya bekerjasama dengan CV Karya Sidenreng Mandiri (KSN) untuk penyaluran pupuk di Parepare. Pihaknya pun telah memberikan teguran ke distributor tersebut.

"Ini distributornya CV Karya Sidenreng Mandiri. Untuk KSN ini itu sudah peringatan keras sebab sudah kami ingatkan dan tidak mau memperbaiki terkait stok dan sudah naik ke media (keluhan kelangkaan pupuk)," bebernya.

Hidayat menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika KSN tidak melakukan perbaikan. Dia menyebut penghentian kerjasama merupakan langkah tegas jika distributor terbukti nakal.

"Insyaallah (memberhentikan distributor jika terbukti). Kami sudah sampaikan ke manajemen. Jadi sisa satu bukti ini aja kami perlukan untuk menyelesaikan," jelas Hidayat.

"Kami sementara mencari pembuktiannya. Seperti penjelasan Bu Kadis (PKP) Parepare, apakah kios membayar Rp 100 juta sementara barang dikirim Rp 50 juta," tambahnya.

detikSulsel berupaya mengkonfirmasi pihak CV Karya Sidenreng Mandiri selaku pihak distributor pupuk subsidi di Parepare. Namun perwakilan distributor belum memberikan respons.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Distributor Diduga Biang Kerok Kelangkaan Pupuk

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Parepare Wildana mengungkap pekan lalu kelompok tani melakukan protes lantaran tidak ada pupuk. Namun dia mengatakan distribusi pupuk bukan kewenangannya.

"Kondisi minggu lalu itu tidak ada sama sekali pupuk. Saya juga selalu disorot terkait kelangkaan, tetapi kami tegaskan ini ini domain distributor dan kios," kata Wildana kepada detikSulsel, Jumat (14/3).

Wildana menduga ada permainan di tingkat distributor. Dia menuding distributor sengaja menahan penyaluran pupuk meski belum mengetahui maksud dari ulah distributor nakal.

"Ini distributor hanya satu dan ini dia mainkan. Kasihan yang kios karena itu mereka petani juga yang punya kios," ungkapnya.

Dia menuturkan pengecer di tingkat kios sudah menunggu diberi stok pupuk untuk kelompok tani. Namun distributor tidak mendistribusikan stok yang sudah dipesan tingkat pengecer.

"Padahal sebagian kios sudah membayar misalnya sampai Rp 100 juta tetapi barang yang datang cuman Rp 50 juta dan itu pun menunggu sampai 2 minggu," jelas Wildana.

Wildana menambahkan bahwa perbuatan distributor melanggar dan merugikan kios selaku pengecer. Pasalnya, pihak kios juga sudah berupaya mempercepat pengadaan pupuk untuk kelompok tani yang membutuhkan.

"Padahal menurut aturan, idealnya nanti ada pupuk baru (pihak kios) bayar. Tetapi karena mereka ingin barang cepat sampai mereka bayar," paparnya.

Halaman 2 dari 2
(hsr/ata)

Hide Ads