Viral di media sosial warga mengkritik langkah PDAM Tirta Mangkaluku Kota Palopo membuat layanan call center. Dia meyakini layanan tersebut tidak pernah direspons oleh petugas PDAM.
"Janganmi suruh masyarakat isi beginian (aduan di call center) itu pun lama kalian tindak lanjuti, tapi saya yakin tidak ditindaklanjuti," ujar seorang wanita dalam unggahan beredar dikutip detikSulsel, Senin (28/9/2026).
Warga tersebut mengirimkan pesan suara berisi omelan ke petugas call center PDAM Palopo. Dia menyebut, pihak PDAM semestinya bergerak cepat ketika menerima aduan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksudnya kalau ada satu aduan dari daerah ini daerah ini, kau perbaiki cepat, untuk apa kau suruh masyarakat isi beginian, kami menderita di Palopo, atau kau tidak percaya kami dari Palopo?" bebernya.
Dia juga menilai layanan call center PDAM tidak praktis. Menurutnya, aduan pada call center tersebut hanya membuang waktu.
"Kau suruh isi formulir ini formulir itu, font ini font itu awwe lappuang, kasi jalanmi itu air cepat kasian," sambungnya.
Wanita itu juga mempertanyakan terkait kinerja humas PDAM Palopo. Dia menuturkan, humas semestinya lebih peka dan membaca keluhan masyarakat di kolom postingan media sosial.
"Untuk apa itu humas dibikin, kalau tidak digunakan. Kau tidak malu dihujat begitu? Untuk apa Instagram dibikin tidak kobaca komentarnya orang-orang, tidak kobaca komennya orang-orang," tegasnya.
"Madodong guys, pergika cari air di rumah tetangga guys, habis sama sekali air, anana mau cebok na tidak ada air," keluhnya.
Sementara Dirut PDAM Tirta Mangkaluku, Steven Hamdani mengaku telah merekap semua aduaan yang masuk. Dia menyebut ada 300 aduan yang diterima.
"Kami telah memerintahkan divisi aduan untuk melakukan langkah taktis dengan memilah aduan berdasarkan lokasi," ucapnya kepada detikSulsel.
"Jadi misalnya ada 4 aduan di satu pipa yang sama jika disuntikkan air disitu berarti kami telah merespon 4 aduan tadi," sambungnya.
Steven juga menjawab terkait proses call center pengaduan PDAM yang dianggap warga sangat ribet. Menurutnya, pertanyaan saat melakukan aduan hanya bersifat dasar.
"Mengenai platform aduan kita yang berlaku saat ini dari saat saya belum Dirut memang seperti itu, prinsipnya begini, kalau yang saya lihat itu sederhana dan memang kita harus tahu siapa yang melapor, berapa nomor HP-nya, dimana lokasinya dan id pelanggan," bebernya.
Steven turut menyinggung terkait kondisi bahan baku air yang terus menyusut akibat kemarau panjang. Dia menyebut, langkah pendirian posko krisis air menjadi alternatif menghadapi krisis saat ini.
"Saya rasa kondisi air semenjak kemarau kita tahu semua bagaimana, namun kami tetap berjuang dan semenjak pendirian posko krisis air dan kami rutin melakukan penyuntikan pengaduan masyarakat juga semakin berkurang," pungkasnya.
