Mahasiswa Demo di PDAM Palopo, Tuntut Transparansi Tarif Air

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Selasa, 22 Sep 2026 15:41 WIB
Mahasiswa melakukan demonstrasi di kantor PDAM Palopo. Foto: Ahmad Al Qadri/detikSulsel
Palopo -

Sejumlah mahasiswa dari aliansi Forum Perjuangan Rakyat (RPF) melakukan aksi demonstrasi di Kantor PDAM, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Massa menuntut agar PDAM transparan terkait tarif pembayaran air.

Pantauan detikSulsel di Kantor PDAM, Jalan Pongsimpin, Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, Palopo pada Selasa (22/9), sejumlah mahasiswa datang dengan berjalan kaki sekitar pukul 14.20 Wita. Setelah tiba, mahasiswa langsung berorasi dan menuntut agar dipertemukan dengan Dirut PDAM Mangkaluku, Steven Hamdani.

Massa terlihat saling bergantian menyampaikan orasinya menggunakan toa. Dalam orasi tersebut, mahasiswa terus membacakan 15 tuntutannya kepada PDAM.

"Kami kemari tentu dengan keresahan yang jelas, dan itu yang dirasakan oleh masyarakat. Kami membawa 15 tuntutan dan Dirut PDAM keluar dan menemui kami," ujar salah seorang orator.

Sekitar pukul 14.55 Wita, seorang pimpinan PDAM kemudian keluar dan menemui massa aksi. Beberapa menit kemudian, mahasiswa dipersilahkan masuk dan melakukan audiensi dengan Dirut PDAM.

Saat melakukan audiensi, mahasiswa kemudian membacakan 15 poin tuntutannya. 15 poin tersebut semuanya berhubungan terkait kinerja pegawai, tarif air, proses rekrutmen pegawai, proses penyegelan dan saluran pipa air.

"Kami akan menjawab satu persatu semua tuntutan tersebut dan mencarikan solusinya," jelas Steven.

Setelah itu, Steven menjelaskan semua poin tuntutan dengan menggunakan data yang telah disiapkan. Dialog berlanjut dengan saling tanya jawab antar Dirut PDAM dengan mahasiswa.

"Saya tegaskan, dihadapan media, saya baru beberapa bulan memimpin PDAM dan kami telah memperoleh bantuan dari Kemendagri Rp 21 miliar, terbesar di Indonesia Timur, dan ini pasti kami gunakan untuk terus melakukan perbaikan dan menambah produksi air," tegasnya.

"Tanpa kalian demo, kalau genap setahun saya memimpin dan tidak ada perubahan dari ketersediaan air, saya pastikan saya sendiri yang mengundurkan diri," janji Steven.

Audiensi tersebut berakhir sekitar pukul 15.40 Wita. Mhasiswa meninggalkan lokasi dengan keputusan memberikan PDAM waktu untuk terus melakukan perbaikan terhadap 15 poin tuntutan.

Untuk diketahui, aksi ini dipicu adanya keluhan masyarakat mengenai perubahan nominal pembayaran dalam proses penyegelan dan pembukaan kembali sambungan. Massa menyebut pembayaran yang sebelumnya berkisar Rp 2 juta berubah menjadi Rp 6 juta rupiah.



Simak Video "Video Mahasiswa Trisakti-HMI Demo di DPR, Jl Gatsu Arah Slipi Ditutup"

(ata/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork