Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading di Kota Palopo sudah empat kali diteror kemunculan ular berbisa dalam 3 tahun terakhir. Terbaru, seekor ular cincin emas sepanjang sekitar 1 meter muncul ruang radiologi rumah sakit.
Dalam catatan pemberitaan detiksulsel, ular berbisa pertama kali muncul di Musala rumah sakit pada 12 Februari 2023, silam. Ular itu diketahui berjenis Black Boiga.
"Menerima laporan adanya ular jenis Black Boiga berukuran 1 meter di Musala RSUD Sawerigading Palopo," ujar Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Palopo Muh Nur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ular berbisa kemudian kembali muncul di RSUD Sawerigading Palopo pada 12 April 2023 lalu. Ular berbisa yang juga jenis Black Boiga itu bahkan nyaris masuk ke kamar pasien.
"Tadi malam kami evakuasi ular hitam Black Boiga di pekarangan RS Sawerigading dan hampir masuk kamar pasien, sekitar 1 meter panjangnya," kata Tim Rescue Damkar Palopo Arif kepada detiksulsel, Rabu (12/4/2023).
Hanya berselang 15 hari kemudian, ular berbisa jenis Black Boiga sepanjang 1,4 meter kembali bikin panik saat muncul pada Kamis (27/4/2023) sekitar pukul 23.40 Wita. Ular berbisa itu memasuki ruang perawatan Flamboyan RSUD Sawerigading Palopo.
"Jadi ular itu berstatus ular berbisa menengah jenis Black Boiga ukurannya kurang lebih 1,4 meter dan masuk kamar perawatan rumah sakit," papar Nur.
Nur mengaku pihaknya terlambat mendapat laporan. Saat Damkar Palopo turun ke lokasi, ular Black Boiga sudah dibunuh warga yang telanjur panik.
"Katanya mereka bunuh menggunakan kayu karena sudah panik," ungkapnya.
Ular Berbisa Kembali Muncul di RSUD Sawerigading pada Awal 2026
Kasus terbaru kemunculan ular berbisa di ruang radiologi RSUD Sawerigading Palopo terjadi pada Rabu (11/2/2026). Ular jenis cincin emas dengan panjang 1 meter tersebut baru saja berganti kulit.
"Kali ini ular cincin emas, khusus yang ditangani damkar sudah 4 kali evakuasi ular di RSUD Sawerigading semenjak RSUD itu ada," kata Kepala Dinas Damkar Palopo, Rachmad kepada detiksulsel, Kamis (12/2).
"Proses evakuasinya sebentar karena ular habis ganti kulit jadi cenderung pasif," ungkapnya.
Rachmad menduga ular kerap masuk ke RSUD Sawerigading karena habitatnya berada di sekitar lokasi. Ular banyak hidup di lahan kosong sekitar RS.
"Memang dulu habitatnya di situ, hutan gunung. Sekarang juga masih banyak lahan kosong sekitar situ," jelas Rachmad.
RSUD Sawerigading Palopo Klaim Pasien Tetap Aman
Manajemen RSUD Sawerigading mengklaim pasien aman meski ular berbisa kerap masuk ke ruangan. Dia juga mengklaim tidak ada keluhan terkait kemunculan ular berbisa tersebut.
"Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan (belum ada keluhan pasien)," kata Kabag Humas RSUD Sawerigading Naya kepada detiksulsel, Kamis (12/2).
Naya mengaku pihaknya juga tidak pernah menemukan sarang ular di dalam gedung rumah sakit. Selain itu, cleaning service juga tidak pernah menemukan sarang ular di rumah sakit termasuk di tempat sampah.
"Kalau masalah ini (sarang ular), kami manajemen belum pernah disampaikan, karena memang belum pernah ditemukan di tumpukan sampah (oleh cleaning service)," katanya.
Meskin tidak ada keluhan dari pasien, pihak rumah sakit tetap melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan menebang pohon di sekitar rumah sakit yang diduga tempat ular bersarang.
"Tindakan RSUD terhadap adanya kejadian itu yaitu dengan membersihkan pohon-pohon yang ada di luar pagar rumah sakit," terangnya.
"(Untuk gedung) ada cleaning service. Kalau untuk kerja sama dengan pihak tertentu saat ini belum ada," bebernya.
(hmw/hmw)











































