Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah empat kali diteror kemunculan ular berbisa sejak 2023. Pihak rumah sakit tidak menampik kondisi tersebut karena lahan yang ditempati bekas hutan belantara.
"Area rumah sakit memang dulunya adalah hutan belantara," ujar Kabag Humas RSUD Sawerigading, Naya kepada detikSulsel, Kamis (12/2/2025).
Dia mengatakan pihaknya sudah mengambil tindakan terkait teror ular berbisa. Salah satunya dengan menebang pohon di sekitar area rumah sakit yang diduga tempat ular berlindung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindakan RSUD terhadap adanya kejadian itu yaitu dengan membersihkan pohon-pohon yang ada di luar pagar rumah sakit," katanya.
Naya mengaku upaya pembersihan pohon di sekitar rumah sakit tidak melibatkan instansi lain. Sementara pemantauan di dalam gedung rumah sakit dilakukan cleaning service.
"(Untuk gedung) ada cleaning service. Kalau untuk kerjasama dengan pihak tertentu saat ini belum ada," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Palopo Rachmad juga tidak menampik habitat ular berada di sekitar kawasan RS. Namun pihaknya belum melakukan pengecekan secara langsung.
"Dulu lokasi sekitar RS adalah lokasi habitat alami ular-ular tersebut. Untuk cek lokasi tidak pernah," ucap Rachmad yang dikonfirmasi terpisah.
Rachmad mengaku pihaknya hanya mengevakuasi ular ketika mendapat laporan. Dia juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan hewan atau satwa liar yang membahayakan.
"Upaya damkar saat ini hanya sosialisasi emergency call/nomor darurat, agar segera dihubungi jika ada kondisi berbahaya termasuk pemunculan hewan berbahaya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, ular cincin emas ditemukan di ruang radiologi RSUD Sawerigading pada Rabu (11/2). Ular berbisa sepanjang sekitar satu meter itu telah dievakuasi personel Damkar Palopo.
"Kali ini ular cincin emas, khusus yang ditangani damkar sudah 4 kali evakuasi ular di RSUD Sawerigading semenjak RSUD itu ada," kata Rachmad.
Rachmad mengaku petugas tidak menemui kendala dalam mengevakuasi ular cincin emas. Ular berbisa itu tidak melakukan perlawanan saat diamankan.
"Proses evakuasinya sebentar karena ular habis ganti kulit jadi cenderung pasif," ungkapnya.
Rachmad menduga ular kerap masuk ke RSUD Sawerigading karena habitatnya berada di sekitar lokasi. Ular banyak hidup di lahan kosong sekitar RS.
"Memang dulu habitatnya di situ, hutan gunung. Sekarang juga masih banyak lahan kosong sekitar situ," jelas Rachmad.
3 Ular Black Boiga di 2023
Diketahui, Damkar Palopo tiga kali mengevakuasi ular berbisa dari RSUD Sawerigading Palopo pada tahun 2023. Pertama pada 12 Februari 2023 sekitar pukul 21.00 Wita ditemukan ular jenis black boiga.
Ular berbisa itu dievakuasi dari Musala RSUD Sawerigading. Beruntung ular tersebut tidak sampai menyerang atau melukai warga meski kemunculannya bikin heboh.
Damkar Palopo kembali mengevakuasi ular black boiga yang nyaris masuk ke kamar pasien RSUD Sawerigading Palopo pada 12 April 2023. Ular itu sempat masuk ke rumah, masjid hingga merayap masuk area RS yang membuat keluarga pasien kaget.
"Ada keluarga pasien yang melihat itu kemudian lapor satpam rumah sakit dan langsung menghubungi kami," sebut Tim Rescue Damkar Palopo Arif saat dikonfirmasi, Rabu (12/4/2023).
Setelahnya itu, ular black boiga sepanjang 1,4 meter kembali bikin panik saat muncul pada 27 April 2023 sekitar pukul 23.40 Wita. Ular berbisa itu memasuki ruang perawatan Flamboyan RSUD Sawerigading Palopo.
Saat petugas Damkar Palopo, ular tersebut sudah dalam kondisi mati. Ular berbisa itu dibunuh warga yang telanjur panik akan kemunculan hewan melata tersebut.
"Katanya mereka bunuh menggunakan kayu karena sudah panik," ungkap Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Palopo Muh Nur Tandiwajang kepada wartawan, Jumat (28/4/2023).
