Marak Tawuran di Makassar, Appi Minta Patroli-CCTV Ditingkatkan

Marak Tawuran di Makassar, Appi Minta Patroli-CCTV Ditingkatkan

Muh. Izhar Attar Syach - detikSulsel
Rabu, 21 Okt 2026 13:30 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Appi Arifuddin.
Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. (dok. detikSulsel)
Makassar -

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin menyoroti semakin maraknya tawuran antarkelompok yang meresahkan masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Appi pun mendesak camat dan lurah meningkatkan patroli malam hingga penambahan unit kamera pengawas atau CCTV.

"Kejadian marak belakangan ini, perlu ditangani bersama-sama," kata Appi saat rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Balai Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).

Appi menegaskan, tugas menangani tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Unsur Pemkot Makassar harus turun langsung ke masyarakat dan membangun kolaborasi lintas sektor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah kota bersama TNI-Polri harus bergerak bersama untuk melakukan pencegahan dan memastikan persoalan ini bisa diselesaikan," tegasnya.

Appi menekankan camat dan lurah harus bertanggung jawab penuh terhadap wilayahnya. Meski tawuran tidak terjadi di wilayahnya, camat dan lurah mesti aktif mengantisipasi agar konflik tidak meluas.

ADVERTISEMENT

"Jangan menganggap kalau di daerah saya tidak terjadi, sehingga tidak perlu terlalu fokus melihat ini. Semua harus diantisipasi dengan baik, karena kita tidak ingin konflik ini menular ke wilayah lain," imbuhnya.

Appi mendesak agar patroli malam akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan camat, lurah, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri. Pos ronda diaktifkan menjadi ruang interaksi antarwarga.

Appi juga membuka peluang penambahan kamera pengawas atau CCTV di titik-titik yang dinilai rawan. Camat diminta segera melaporkan kebutuhan tersebut agar dapat ditindaklanjuti oleh pemkot.

"Kalau ada wilayah yang kekurangan CCTV, sampaikan kepada camat dan secepatnya akan kita eksekusi," tegas Appi.

Di sisi lain, Appi meminta aparat keamanan menindak tegas pihak luar yang terbukti menjadi provokator konflik antarkelompok. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi dari konten media sosial yang menantang, saling ejek, maupun ajakan berkelahi.

"Tidak ada untungnya berkelahi sesama kita. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun komunikasi, mencegah provokasi, dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan positif," pungkas Appi.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads