Tawuran susulan di Jalan Abubakar Lambogo (Ablam), Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali pecah dan dibubarkan polisi. Setelah kejadian tersebut, polisi akan menambahkan jumlah personel untuk pengamanan.
Tawuran kelompok warga antara Lonner dengan Jor-Joran itu terjadi di Jalan Ablam, Kecamatan Makassar, Senin (19/10/2026) sekitar pukul 06.05 Wita. Aksi tersebut bermula saat kelompok dari Lonner melepaskan petasan ke arah Jor-Joran.
"Saat anggota Polsek Makassar yang dipimpin Kapolsek Makassar Kompol Mustari sedang berjaga di jembatan Jalan Abubakar Lambogo, tiba-tiba massa pok (kelompk) pemuda Lonner langsung menembakkan kembang api dan petasan ke arah pok (kelompok) pemuda Jor-Joran," ucap Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad kepada detikSulsel, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan serangan itu kemudian dibalas oleh kelompok Jor-Joran. Tawuran kelompok pun terjadi, masing-masing kelompok menggunakan batu hingga anak panah jenis busur.
"Dan di balas oleh kelompok pemuda Jor-Joran, sehingga kedua kelompok saling serang menggunakan batu, botol, anak panah (busur) dan petasan," ujarnya.
Menurutnya, tawuran kelompok warga itu kemudian dibubarkan personel dari Polrestabes Makassar. Polisi melepaskan gas air mata kepada kedua kelompok yang sedang bertikai sehingga pukul 06.30 situasi mulai kondusif.
"Sekitar pukul 06.20 Wita personel Polrestabes Makassar yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Eddy Sumantri tiba di TKP kemudian membubarkan kedua kelompok dengan menggunakan gas air mata," jelasnya.
Dia menyebut tawuran yang kembali dibubarkan polisi itu dipicu oleh konflik sebelumnya. Ia mengatakan personil polisi akan ditambahkan di lokasi penjagaan dan akan dilakukan penyisiran terhadap kedua kelompok tersebut.
"Terjadinya perpok susulan di atas merupakan imbas dari konflik yang terjadi antara kedua kelompok," katanya.
"Untuk mencegah terjadinya perpok susulan, agar kiranya menambah personel pengamanan khususnya pada pukul 18.00 Wita ke atas serta lakukan penyisiran terhadap kedua kelompok yang berkonflik untuk meredam kejadian tersebut terulang kembali," lanjutnya.
Selain itu, ia menyampaikan bakal melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda dari kedua kelompok tersebut. Polisi berupaya melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah yang sudah berulang.
"Segera dilakukan pertemuan antar kedua kelompok dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, aparat pemerintah untuk mencari solusi untuk mendamaikan kedua kelompok tersebut," ucap dia.
Dia mengatakan saat ini polisi telah mengamankan 7 terduga pelaku yang terlibat dalam tawuran antar kelompok. Mereka terdiri dari 2 kelompok yang bertikai dan ada pihak yang diperbantukan ikut terlibat dalam tawuran tersebut.
