Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hingga Maluku mulai berdampak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara Kota Daeng memburuk bahkan mengganggu penerbangan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muh Fadli Tahar mengatakan berdasarkan informasi kualitas udara BMKG Wilayah IV Makassar yang diperbarui pada 9 Oktober 2026 pukul 10.45 Wita, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat sebesar 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori tidak sehat.
Fadli mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi udara yang memburuk serta mengutamakan langkah pencegahan demi melindungi diri dan keluarga. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya berkaitan dengan bencana yang menimbulkan kerusakan fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembakaran terbuka, serta pergerakan angin yang membawa partikel dari wilayah lain," ucap Fadli dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Fadli menyebut kondisi angin tertentu berpotensi membawa asap dari Kalimantan menuju Sulawesi Selatan. Pergerakan angin dari arah timur juga dapat memungkinkan asap dari kawasan Papua dan Maluku mencapai wilayah Sulawesi Selatan.
Selain potensi kiriman asap antarwilayah, kebakaran lahan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan juga dapat menjadi sumber partikulat. Namun, besarnya kontribusi masing-masing sumber terhadap kualitas udara di Kota Makassar perlu dipastikan berdasarkan pemantauan dan analisis resmi instansi berwenang.
"Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai asal kabut asap dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," bebernya.
7 Penerbangan Batal gegara Asap Karhutla
Kabut asap akibat karhutla turut membuat operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, terganggu. Tercatat ada 7 penerbangan yang dibatalkan.
"Berdasarkan data operasional pada Senin, 12 Oktober 2026, tercatat 7 penerbangan mengalami pembatalan dengan total 1.070 penumpang terdampak. Pembatalan tersebut melibatkan maskapai Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air," kata General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha dalam keterangannya, Selasa (13/10).
Adapun penerbangan yang batal yakni; Lion Air JT-940, rute Makassar (UPG)-Sorong (SOQ), jadwal keberangkatan pukul 02.40 Wita, sebanyak 189 penumpang. Kemudian Lion Air JT-888, rute Makassar (UPG)-Ambon (AMQ), jadwal keberangkatan pukul 09.25 Wita, sebanyak 196 penumpang.
Lion Air JT-944, rute Makassar (UPG)-Sorong (SOQ), jadwal keberangkatan pukul 11.25 Wita, sebanyak 168 penumpang. Lalu Sriwijaya Air SJ-902, rute Makassar (UPG)-Sorong (SOQ), jadwal keberangkatan pukul 10.20 Wita, sebanyak 124 penumpang.
Selanjutnya Lion Air JT-896, rute Makassar (UPG)-Ternate (TTE), jadwal keberangkatan pukul 07.30 Wita, sebanyak 168 penumpang. Wings Air IW-1300, rute Makassar (UPG)-Mamuju (MJU), jadwal keberangkatan pukul 17.10 Wita, sebanyak 36 penumpang. Dan Lion Air JT-980, rute Makassar (UPG)-Ternate (TTE), jadwal keberangkatan pukul 15.15 Wita, sebanyak 189 penumpang.
"Dalam penanganan penumpang terdampak, manajemen bandara berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mendukung penyediaan langkah penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku," tutur Ruly.
Langkah tersebut meliputi pengembalian dana tiket (refund), penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), serta penyediaan area istirahat bagi penumpang yang terdampak. Ruly menyampaikan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan.
Manajemen juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca sebagai bahan pemantauan dan koordinasi operasional, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Bagi calon penumpang, kami mengimbau agar selalu memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara," tuturnya.
"Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mengikuti perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran operasional serta memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku," tutup Ruly.
Pemkot Makassar Siapkan Masker Gratis
Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin menaruh perhatian khusus terhadap kondisi Kota Daeng imbas karhutla. Appi pun meminta dinas terkait untuk membagikan masker kepada anak-anak hingga kelompok rentan lainnya sebagai langkah awal.
Appi mengaku prihatin dengan kondisi udara Makassar saat ini. Maka dari itu, ia telah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar untuk menyiapkan masker yang dapat dibagikan secara gratis.
"Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini," ujar Appi, dalam keterangannya, Selasa (13/10).
"Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia dan ibu hamil," sambung Appi.
Menurutnya, ini merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk meminimalisasi risiko terkait gangguan kesehatan akibat kabut asap. Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama.
