Antrean pengisian BBM kembali terjadi di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Truk dan bus sampai parkir di pinggir jalan menunggu jadwal pengisian solar.
Pantauan detikSulsel di SPBU Pertamina 74.902.31, Jalan AP Pettarani Makassar, Rabu (7/10/202) pukul 16.50 Wita, antrean kendaraan mengular hingga sekitar 400 meter dari SPBU ke arah bawah tol layang. Truk dan bus tampak mengantre hingga mendekati Jalan Rappocini.
Deretan truk dan bus parkir di bawah jalan tol layang. Kendaraan tersebut memakan satu lajur jalan namun arus lalu lintas masih tampak lancar di sepanjang Jalan AP Pettarani Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, antrean kendaraan di dalam SPBU untuk BBM jenis solar tampak didominasi mobil minibus. Tidak terlihat adanya penerapan sistem ganjil-genap bagi kendaraan yang mengantre di SPBU tersebut.
Meski sebagian kendaraan mengantre menggunakan badan jalan, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih terpantau ramai dan lancar. Tak tampak petugas yang mengatur antrean di SPBU ini.
Salah satu sopir bus, Mardi (23) mengaku sudah mengantre untuk mengisi solar sejak pukul 13.00 Wita. Sementara bus dan truk baru diperkenankan masuk di SPBU pada malam hari.
"Dari tadi siang jam 1 siang (mengantre isi solar di SPBU), sudah sering," ucap Mardi saat ditemui di lokasi.
Mardi mengaku aturan pengisian solar di SPBU masih berlaku. Jadwal pengisian solar untuk truk dan bus baru bisa pada malam hari atau mulai pukul 18.00 Wita.
"(Jadwal pengisian solar di SPBU) malam kalau bus sama truk," tutur Mardi.
Dia terpaksa memarkirkan kendaraannya di pinggir Jalan AP Pettarani Makassar menunggu giliran. Kendaraan diparkir di bawah jalan layang sekaligus untuk berteduh.
"Duduk begini, ngobrol-ngobrol, tidur (kalau mengantre menunggu jadwal pengisian solar)," ucap Mardi.
Di sisi lain, dia menduga antrean solar ini juga dipicu kelangkaan solar. Situasi ini sudah terjadi selama seminggu terakhir.
"Iya langka sekarang, susah. Besok lagi (mengantre), setiap hari," tutur Mardi.
