Udara Makassar Memburuk Akibat Asap Karhutla Kalimantan-Papua

Iswandy Rusli - detikSulsel
Sabtu, 03 Okt 2026 16:36 WIB
Foto: Website BMKG
Makassar -

Kualitas udara di Makassar dan sekitarnya dilaporkan memburuk dalam beberapa hari terakhir. Konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 kini berada dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan data dari laman BMKG, angka PM2,5 untuk wilayah pemantauan Maros pada Sabtu (3/10/2026) berada di angka 55,7 µg/m³. Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Asriani Idrus menjelaskan berdasarkan pengamatan udara beberapa hari terakhir, kualitas udara di Makassar berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

"Jadi berapa hari ini terpantau kualitasnya untuk indikator PM2,5 Maros dan sekitarnya, termasuk Makassar, itu masuk dalam kategori tidak sehat hingga sedang," jelas Asriani kepada wartawan, Sabtu (3/10).

Asriani menambahkan kondisi udara tidak sehat tersebut terjadi pada waktu dini hari, tengah malam, hingga pagi menjelang siang.

"Tadi ini terpantau sampai jam 11. Nah, pas jam 12 itu sudah kembali," tambahnya.

Berdasarkan analisisnya, Asriani menjelaskan kondisi udara tidak sehat tersebut dipengaruhi kiriman asap karhutla yang terjadi di Kalimantan, Papua, dan Maluku. Kondisi itu juga dipengaruhi arah angin.

"Penyebabnya itu kebanyakan dari kebakaran, asap kebakaran hutan. Dilihat dari gambar peta sebarannya, di Kalimantan pusatnya. Karena tadi saya lihat di AWS itu umumnya anginnya berasal dari barat jadi kemungkinan terbawa dari Kalimantan menuju ke wilayah Sulawesi Selatan," paparnya.

Sementara jika arah angin berasal dari timur, asap yang terbawa berpotensi berasal dari Papua dan Maluku.

"Jadi ada dua kalau arah timuran bisa saja asap karhutlanya dari Papua Maluku, sedangkan kalau tiba-tiba anginnya berubah haluan dari barat kemungkinan yang Kalimantan masuk, karena kan lebih dekat," tambahnya.

Asriani menyebut kondisi kualitas udara tidak sehat tersebut masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. Hal itu lantaran titik asap di Kalimantan belum mereda dan arah angin berpotensi membawa asap menuju Sulawesi Selatan.

"Mungkin beberapa hari ke depan masih sama, karena masih kuat sekali titik hotspotnya di Kalimantan, belum mereda. Jadi masih ada kemungkinan terjadi beberapa hari kemudian. Dan fokusnya biasanya jam-jam tingginya itu di dini hari hingga pagi menjelang siang, nah siang sore hari sudah mulai menurun," pungkasnya.



Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"

(alk/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork