Jalan Alauddin-Pettarani Makassar Macet Sore Ini Imbas Demo

Jalan Alauddin-Pettarani Makassar Macet Sore Ini Imbas Demo

Gayatri Gani - detikSulsel
Selasa, 29 Sep 2026 15:31 WIB
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin. Foto: Gayatri Gani/detikSulsel
Makassar -

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin sore ini. Domo mahasiswa itu menyebabkan kemacetan panjang di dua ruas jalan tersebut.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Selasa (29/9/2026) pukul 16.00 Wita, massa mahasiswa membakar ban bekas di persimpangan jalan tersebut. Mereka juga membentuk lingkaran dan bergantian berorasi.

Sebagian massa membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka. Massa mahasiswa yang menggelar demo dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Personel kepolisian tampak di lokasi mengawal jalannya aksi. Mereka juga mengatur lalu lintas dengan mengarahkan pengendara agar tetap bisa melintas.

ADVERTISEMENT
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin.Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin. Foto: Gayatri Gani/detikSulsel

Meski demikian, ruas jalan yang menyempit karena ditutup mahasiswa menyebabkan kemacetan panjang. Kemacetan terjadi di ruas Jalan AP Pettarani menuju Jalan Sultan Alauddin.

Kemacetan juga terjadi di ruas Jalan Sultan Alauddin menuju Jalan AP Pettarani. Bahkan, antrean kendaraan di ruas jalan ini hingga di depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Diketahui mahasiswa menyuarakan lima tuntutan dalam aksi ini. Di antaranya mendesak pemerintah mewujudkan reformasi agraria sejati, sahkan RUU perampasan aset, tolak militerisme di ranah sipil, dan gratiskan pendidikan.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads