DPRD Puji Terobosan PDAM Makassar Salurkan Air Pakai Pikap: Cukup Baik

DPRD Puji Terobosan PDAM Makassar Salurkan Air Pakai Pikap: Cukup Baik

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Senin, 14 Sep 2026 15:55 WIB
PDAM Makassar rapat bersama Komisi B DPRD Makassar. Dokumen Istimewa
Foto: PDAM Makassar rapat bersama Komisi B DPRD Makassar. Dokumen Istimewa
Makassar -

Ketua Komisi B PDAM Makassar Ismail memuji langkah PDAM Makassar memaksimalkan distribusi air bersih menggunakan pikap yang dilengkapi tandon. Penggunaan armada pikap dinilai cukup taktis sebab mampu menjangkau lorong permukiman saat kemarau.

Hal itu diungkapkan Ismail saat rapat kerja bersama antara Komisi B DPRD Kota Makassar dan PDAM Makassar di Kantor DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (14/9/2026). Rapat tersebut membahas pemenuhan layanan air bersih di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino yang berdampak pada ketersediaan air baku.

"Alhamdulillah hari ini kita rapat kerja dengan salah satu mitra perusahaan daerah kami, yaitu PDAM. Terkait adanya El Nino yang berkepanjangan, bagaimana antisipasi Direksi dengan jajarannya untuk mengantisipasi El Nino yang kita tidak tahu sampai batas waktu kapan ini," kata Ismail dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ismail menegaskan keterbatasan pasokan air baku berpotensi memicu gangguan pelayanan yang luas kepada para pelanggan. Ketiadaan kepastian mengenai waktu datangnya musim hujan dari pihak berwenang makin memperparah situasi krisis ini.

"Kalau kita lihat BMKG juga belum memastikan kapan turunnya hujan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pihak legislatif turut menyoroti dampak gangguan aliran listrik yang menghambat proses pemompaan air bersih ke rumah tangga. Pasokan listrik yang tidak stabil memerlukan waktu pemulihan yang cukup lama hingga seluruh area terlayani kembali.

"Yang paling urgen ini terkait dengan adanya beberapa kali mati lampu. Mati lampu otomatis memengaruhi pemompaan. Jadi butuh waktu untuk memproses sampai pemenuhan air ke semua Makassar," jelasnya.

Di sisi lain, DPRD mengapresiasi terobosan PDAM Makassar yang menyiagakan armada pikap bertandon untuk menyalurkan pasokan darurat. Langkah inovatif ini dinilai mampu menjangkau titik-titik lokasi yang memiliki akses jalan sempit.

"Saya merespons baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan PDAM hari ini. Terkait dengan mobil yang dipasangi tandon itu cukup baik," katanya.

Penggunaan armada pikap bertandon memangkas durasi pengiriman bantuan air bersih secara signifikan ke pemukiman padat. Warga tidak perlu lagi menunggu antrean pengisian armada mobil tangki berukuran besar yang membutuhkan waktu lebih lama.

"Kalau mobil tangki yang mau dikasih penuh baru diantarkan, mereka kan lama. Nah, dengan tandon ini, misalnya beberapa rumah bisa dialiri di situ, alhamdulillah," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum menyampaikan pihaknya telah memaparkan skema pemenuhan air baku di hadapan para anggota dewan. Seluruh jajaran kepala wilayah juga dihadirkan untuk memastikan kesiapan operasional penanganan kemarau.

"Pembahasan utama adalah bagaimana mengantisipasi kemarau yang panjang ini. Kami bersama kepala wilayah dipanggil oleh Komisi B untuk memberikan penjelasan bagaimana kesiapan PDAM mengantisipasi adanya kemarau panjang ini, termasuk El Nino," kata Andi.

Andi Syahrum menegaskan komitmennya untuk menggerakkan seluruh armada bantuan secara optimal demi menjangkau kawasan terdampak. Penyiapan kendaraan berkapasitas tandon menjadi prioritas pendistribusian cepat di lapangan.

"Persiapan PDAM pertama akan memaksimalkan segala potensi yang ada, termasuk mobil tangki. Kita siapkan juga mobil yang menggunakan tandon," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga mengimbau warga Makassar untuk segera mengantisipasi rencana penutupan sementara pintu air irigasi oleh kementerian terkait. Penutupan selama tiga hari tersebut berdampak langsung pada penghentian operasional intake Manggala.

"Kami meminta kepada masyarakat agar selama tiga hari ke depan sudah menampung air karena akan ditutup pintu air oleh kementerian selama tiga hari. Otomatis intake Manggala tidak beroperasi selama tiga hari," jelasnya.



(hmw/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads