Dua kelompok warga terlibat tawuran menggunakan busur panah dan batu di Jalan Ujung Bori, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Perang kelompok yang diduga dipicu sengketa lahan itu membuat akses lalu lintas (lalin) diblokade massa.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (9/9/2026) pukul 12.00 Wita, dua kelompok warga terlibat tawuran di tengah jalan raya di depan kompleks Aditarina. Pengendara tidak dapat melintas karena para massa menutup jalanan.
Selain di jalanan Ujung Bori, tampak massa yang memegang senjata tajam berada di Jembatan Kanal Jalan Borong Raya. Beberapa pengendara memilih memutar balik karena ketakutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Polsek Manggala bersama Polrestabes Makassar telah berada di lokasi. Polisi belum dapat mengamankan TKP karena kalah dalam kekuatan massa.
"Informasinya awalnya yang didengar ada massa dari luar mau masuk papan bicara (terkait sengketa lahan) di lokasi," ujar Kapolsek Manggala, Kompol Samuel To'longan kepada wartawan.
Diketahui, kericuhan di Jalan Ujung Bori juga pernah terjadi pada Selasa (21/7). Insiden yang berujung penutupan jalan itu dipicu penolakan konstatering lahan sengketa di wilayah tersebut.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana mengatakan konstatering dilakukan atas permintaan BPN. Hal ini karena pihak developer mengklaim sebagai pemegang hak atas tanah, namun di sisi lain sebagian objek tanah ditempati sejumlah warga yang juga mengklaim punya hak atas tanah.
"Kami ada permohonan dari BPN untuk melakukan konstatering, yaitu pemetaan kondisi tanah wilayah itu ya pengukuran lah dengan menggunakan satelit itu dilakukan di wilayah PT Aditarina," ujar Kombes Arya kepada wartawan di lokasi.
