Polrestabes Makassar Tindak 355 Motor Pakai Knalpot Brong dan TNKB Palsu

Polrestabes Makassar Tindak 355 Motor Pakai Knalpot Brong dan TNKB Palsu

Fadli Ilham - detikSulsel
Senin, 07 Sep 2026 19:05 WIB
Polrestabes Makassar amankan 355 sepeda motor dalam operasi penertiban. Pelanggaran termasuk knalpot brong dan TNKB tidak sesuai.
Polrestabes Makassar amankan 355 sepeda motor dalam operasi penertiban. Foto: Fadli Ilham/detikSulsel
Makassar -

Satuan lalu lintas Polrestabes Makassar mengamankan 355 unit sepeda motor dalam operasi penertiban kendaraan karena menggunakan knalpot brong dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai standar dalam dua pekan terakhir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 53 pelanggar merupakan anak di bawah umur.

"Sebanyak 355 unit kendaraan yang ditindaki, dan total jumlah barang bukti yang diamankan juga ada 355 unit," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat konferensi pers, Senin (7/9/2026).

Operasi penindakan itu berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026. Arya mengatakan dari 355 motor yang diamankan, 174 di antaranya menggunakan knalpot brong dan telah dimusnahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yang rekan-rekan lihat di depan ini ada 174 unit yang knalpot brong-nya Kita amankan, kita lepas dari motornya dan harapannya yang punya knalpot ini datang kembali dengan membawa knalpot aslinya," bebernya.

ADVERTISEMENT

Selain itu ada 68 motor yang menggunakan TNKB tidak sesuai standar, 97 motor lainnya diamankan karena penggunanya tidak memakai helm. Arya mengungkap ada 53 pelanggar yang terjaring merupakan anak di Bawah umur.

"Lalu yang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ada 68 unit dan tidak menggunakan helm 97 unit. Dari semua pelanggar itu kurang lebih 53 orang ini adalah pelaku-pelaku di bawa umur," ungkapnya.

Dia menuturkan dari hasil operasi tersebut sejumlah pelanggar yang diamankan membawa senjata tajam jenis busur. Mereka diduga anggota geng motor yang hendak melakukan tawuran.

"Selain dari pelanggar lalu lintas, dari Satlantas juga menemukan rekan-rekan ini yang membawa busur, dia yang bersiap-siap untuk melakukan tawuran dan perang antar kelompok," ucapnya.

Dia menambahkan operasi ini memang menyasar perilaku pengendara yang menggunakan kendaraan tidak sesuai standar dan mengganggu lalu lintas. Operasi ini juga berdasarkan laporan masyarakat baik melalui 110 maupun aplikasi.

"Jadi penindakan ini dilakukan karena banyaknya laporan kepada kami tentang geng motor yang berseliweran di malam hari juga di sore hari," pungkasnya.



(hsr/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads