Jalan Pengayoman Makassar Macet Imbas Antrean BBM di SPBU

Jalan Pengayoman Makassar Macet Imbas Antrean BBM di SPBU

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 06 Sep 2026 14:21 WIB
Antrean pengisian BBM di SPBU Jalan Pengayoman Makassar picu macet.
Foto: Antrean pengisian BBM di SPBU Jalan Pengayoman Makassar picu macet. (Andi Siti Nurfaisah/detikSulsel)
Makassar -

Jalan Pengayoman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami kemacetan imbas antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kendaraan mengular ke badan jalan hingga sepanjang 130 meter.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita, antrean terjadi SPBU Pertamina 74.902.25, Kecamatan Panakkukang. Sejumlah mobil dan truk berjejer di badan jalan menunggu pengisian BBM.

Kemacetan terjadi mulai di depan Kompleks Bougenville menuju titik SPBU Pengayoman. Antrean kendaraan memakan satu lajur Jalan Pengayoman Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean pengisian BBM di SPBU Jalan Pengayoman Makassar picu macet.Antrean pengisian BBM di SPBU Jalan Pengayoman Makassar picu macet. (Andi Siti Nurfaisah/detikSulsel)

Situasi tersebut membuat kendaraan yang hendak melintas menuju Jalan AP Pettarani Makassar ikut terhambat. Arus lalu lintas mengalami perlambatan dan hanya bisa melaju pelan di sekitar kawasan SPBU.

Antrean di SPBU Pengayoman juga memicu kemacetan di Jalan Setapak Pengayoman Makassar. Ruas jalan itu merupakan jalan alternatif menuju Jalan Pengayoman atau Jalan Hertasning.

ADVERTISEMENT

Kendaraan kesulitan keluar dan masuk dari arah Jalan Pengayoman menuju Jalan Setapak Pengayoman maupun sebaliknya. Hal ini karena akses ruas jalan itu terhalang antrean mobil yang masih antre mengisi BBM.

Salah satu sopir truk, Khairul mengeluhkan kondisi ini. Antrean solar di SPBU membuat aktivitas pekerjaannya ikut terhambat.

"Pasti mengganggu karena menghambat (pekerjaan), sama buang-buang waktu, mengantre," kata Khairul saat ditemui di lokasi.

Dia berharap bisa mendapat jatah pengisian solar. Khairul tidak kebagian solar apalagi sudah mengantre lama.

"Kadang kehabisan, kadang satu malam antre kehabisan," ucap Khairul.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads