Sampai Kapan Mati Lampu Bergilir di Makassar? Ini Info Resmi PLN

Sampai Kapan Mati Lampu Bergilir di Makassar? Ini Info Resmi PLN

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 05 Sep 2026 14:25 WIB
Ilustrasi mati lampu
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nickbeer
Makassar -

Sampai kapan mati lampu atau pemadaman listrik bergilir di Kota Makassar dan sekitarnya di Sulawesi Selatan (Sulsel), masih menjadi pertanyaan seiring pemeliharaan ketenagalistrikan yang dilakukan PLN. Berdasarkan info resmi PLN, proses pemulihan masih dilakukan hingga hari ini.

"PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyampaikan bahwa kondisi pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saat ini masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi," ujar Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Meski begitu, Niki menyebut satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW) telah kembali beroperasi. Dengan begitu artinya sudah dapat menyuplai listrik ke sistem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sisi lain, daya mampu sejumlah pembangkit lainnya masih belum optimal sehingga kondisi pasokan sistem masih perlu dikelola secara hati-hati," bebernya.

ADVERTISEMENT

Niki mengaku PLN terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik. Dalam kondisi daya mampu pasok yang masih terbatas, pengaturan beban tetap dapat dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai kondisi sistem secara real time.

"PLN memahami kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelanggan. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh petugas PLN terus bekerja dan melakukan percepatan penanganan agar kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal," terangnya.

Diketahui, pemeliharaan kelistrikan PLN sudah berlangsung sejak 31 Agustus. Pemadaman bergilir pun dilakukan mulai dari 2 hingga 4 jam di sejumlah wilayah.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads