Emak-emak PKL di CPI Makassar Ngamuk Ditertibkan Petugas Satpol PP

Emak-emak PKL di CPI Makassar Ngamuk Ditertibkan Petugas Satpol PP

Fadli Ilham - detikSulsel
Jumat, 04 Sep 2026 14:00 WIB
Emak-emak PKL di CPI Makassar mengamuk ditertibkan petugas Satpol PP.
Foto: Emak-emak PKL di CPI Makassar mengamuk ditertibkan petugas Satpol PP. (dok. istimewa)
Makassar -

Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) mengamuk saat ditertibkan petugas Satpol PP di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pedagang sampai adu mulut dengan petugas saat barang dagangannya diangkut.

"Semalam bersama Satpol kota lakukan penertiban PKL di Bundaran Bola dunia CPI," ucap Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantib) Satpol PP Sulsel Muh Syukur kepada detikSulsel, Jumat (4/9/2026).

Penertiban berlangsung di Bundaran Bola Dunia CPI Makassar, Kecamatan Tamalate, Kamis (3/9) sekitar pukul 21.00 Wita. Pedagang ditertibkan karena dinilai melanggar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka menolak saat ditertibkan. Sudah lumayan lama, begitu mi kalau anggota sudah tidak standby baru mereka lagi jualan di sekitaran bundaran itu," katanya.

Syukur mengaku petugas sempat dilempari botol minuman. Kendati begitu, petugas berusaha untuk tetap tenang dan tidak melakukan perlawanan.

ADVERTISEMENT

"Kalau alasannya pasti mereka tidak mau tidak terima ditertibkan. Sampai-sampai anggota dilempari tapi kita sudah sampaikan jangan terpancing," ujar Syukur.

Total 10 PKL ditertibkan di kawasan CPI. Petugas Satpol PP hanya berupaya menegakkan peraturan daerah (perda) lantaran kehadiran PKL di lokasi mengganggu arus lalu lintas.

"Mungkin ada sekitaran 10 PKL (ditertibkan). Kalau sore itu jam 5 ada di bundaran sampai jam 11. Itu yang biasa kasih macet arah masuk Citra Land dan juga Pantai Losari," ungkapnya.

"Kita lakukan sesuai perda. Dampaknya itu memang macet, masalahnya di badan jalan dia menjual," lanjut Syukur.

Dia mengaku para PKL sudah berulang kali diingatkan agar tidak berdagang di kawasan tersebut. Namun mereka justru kembali ketika tidak ada petugas.

"Sudah berulang-ulang sebenarnya itu. Kalau penertiban sudah beberapa kali itu kami lakukan. Tadi malam itu di titik bundaran, sebelumnya ada juga di depan RS," imbuhnya.

Dalam video beredar, tampak emak-emak berbaju warna hitam berhadapan dengan petugas Satpol PP. Pedagang itu menolak barang dagangannya diangkut dalam truk.

Pedagang lainnya tampak ikut melakukan protes. Beberapa petugas Satpol PP lainnya berupaya melerai dan menenangkan pedagang.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads