Seorang mahasiswi asal Kabupaten Gowa berinisial N menjadi korban pencurian saat sedang salat Zuhur di sebuah masjid Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Laptop dan handphone (HP) yang berada di dalam tas korban dibawa kabur maling yang kini diburu polisi.
Pencurian terjadi di Masjid Al-Fatah Jalan Hertasning Makassar, Kecamatan Rappocini, Rabu (2/9). Korban sudah melaporkan kejadian itu ke polisi usai mengalami kerugian senilai Rp 10 juta.
"Laporan sudah masuk kemarin tanggal 2 di Polsek Rappocini," ucap Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad kepada detikSulsel, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang korban dicuri saat salat zuhur. Korban baru menyadari tasnya berisi laptop dan HP hilang selepas ibadah.
"Jadi ini sementara menjalankan ibadah salat zuhur, jadi pada saat salat itu tasnya diambil. Iya setelah salat tidak ada lihat lagi tasnya di depan," ungkapnya.
"Kerugian itu sekitar Rp 10 juta laptop dengan handphone. Jadi handphone itu merek samsung galaxy kemudian ada cas laptop, tidak ada uang," kata Jafar.
Jafar menegaskan saat ini kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Pihaknya akan minta keterangan terhadap saksi-saksi dan bukti lainnya seperti CCTV.
"Langkah selanjutnya penyidik akan melakukan penyelidikan, akan lakukan konfirmasi terkait dengan saksi-saksi. Dan melakukan pengecekan CCTV dan mempelajari CCTV tersebut," ucapnya.
Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV dalam masjid. Korban saat itu salat seorang diri hingga pelaku diam-diam masuk melalui pintu belakang.
Saat korban sujud, pelaku yang mengenakan baju warna hitam langsung masuk mengambil tas. Maling bertopi langsung kabur dari lokasi kejadian.
