Bahayakan Pengendara, Patahan Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara Dipagari

Makassar

Bahayakan Pengendara, Patahan Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara Dipagari

Fadli Ilham - detikSulsel
Sabtu, 29 Agu 2026 16:00 WIB
Patahan di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara dipagari lantaran membahayakan pengendara.
Foto: Patahan di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara dipagari lantaran membahayakan pengendara. (dok. istimewa)
Makassar -

Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memberi pagar pada patahan di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara setelah disorot membahayakan pengendara. Pagar sebagai penanda peringatan itu merupakan langkah awal sebelum dilakukan perbaikan.

"Jadi yang sesuai dengan pelaporan masyarakat, Dinas PU Kota Makassar bergerak cepat untuk sementara membuat penanda," ungkap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Andi Mappanyukki kepada detikSulsel, Sabtu (29/8/2026).

Dia berharap pagar penanda sementara tersebut dapat meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan. Pihaknya turut mengimbau pengendara agar tetap hari-hati melintas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, penanda itu supaya para pengendara lebih berhati-hati. Nanti akan ditindaklanjuti untuk hal teknis," jelasnya.

Sementara terkait perbaikan permanen patahan, Dinas PU Makassar akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ). Pihaknya hendak memperjelas kewenangan ruas jalan itu.

ADVERTISEMENT

"Mau penjelas dulu itu kewenangannya siapa tapi kita perbaiki nanti itu untuk patahannya," kata Andi Mappanyukki.

Andi Mappanyukki memastikan pihaknya akan segera melakukan perbaikan jika ruas jalan itu masuk kewenangan Pemkot Makassar. Dinas PU akan menyiapkan material pasir dan baru (sirtu) untuk menutup patahan itu nantinya.

"Mau ditahu itu berapa kali berapa langsung disirami situ sirtu dan semen untuk benahi di situ," imbuhnya.

Diketahui, patahan di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara sekitar 1 meter, Kota Makassar, kerap mengakibatkan sejumlah pengendara alami kecelakaan. Satu mobil pikap dan premotor pernah dilaporkan berjatuhan di lokasi.

Patahan timbul dari akibat pembetonan jalan yang tidak tersambung dengan sempurna. Patahan itu berukuran kurang lebih satu meter dan menyisakan lubang cukup dalam.

"Mobil pikap kecelakaan. Kayaknya orang baru lewat itu jadi tidak na tahu, sore-sore itu (melintas), bukan malam na lewat," kata warga setempat, Dg Naba kepada detikSulsel, Rabu (26/8).

Dg Naba mengatakan, mobil terjatuh akibat patahan jalan tidak hanya sekali terjadi. Dia mengaku ada kendaraan lain yang pernah melintas dan terperosok karena tidak memperhatikan patahan tersebut.

"Mobilnya jatuh turun ke sampingnya itu tapi nda sampai ke bawah masih sempat ditarik tapi muatannya itu jatuh. Kalau mobil itu yang satu saya lihat tapi kalau saya dengar sering memang terutama yang baru lewat," ungkapnya.

Kecelakaan akibat patahan jalan juga banyak dialami pengendara motor. Para pengendara motor berpotensi besar terjatuh jika berkendara dengan kecepatan tinggi apalagi tidak mengenal medan.

"Motor juga paling sering, pokoknya orang yang baru lewat itu dia tidak tahu ada patahan. Ini kan jalan alternatif. Motor itu sering sekali apalagi kalau kencang larinya," tutur Dg Naba.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads