Masyarakat patut waspada saat melintas di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebuah patahan yang berada di pinggir jalan itu berpotensi membahayakan pengendara yang melintas hingga kerap memicu kecelakaan.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (26/8/2026), patahan itu berada di akses masuk dari Jalan Tun Abdul Razak Jembatan 3 memasuki Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara. Jalanan itu kerap menjadi jalur alternatif pengendara ketika hendak menuju Jalan Tun Abdul Razak Gowa.
Patahan tersebut berada di jalur sebelah kiri. Patahan timbul dari akibat pembetonan jalan yang tidak tersambung dengan sempurna. Patahan itu berukuran kurang lebih satu meter dan menyisakan lubang cukup dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patahan jalan hanya ditandai kantong plastik. Kondisi ini membahayakan pengendara lantaran penanda itu tidak tampak jelas dari kejauhan.
Tampak pengendara motor dan mobil berkendara pelan ketika mendekat di patahan. Jika tidak berhati-hati, pengendara rawan terjatuh dan terperosok ke dalam kanal.
Patahan di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara Makassar. Patahan timbul dari akibat pembetonan jalan yang tidak tersambung dengan sempurna. (Fadli Ilham/detikSulsel) |
Warga setempat bernama Dg Naba mengeluhkan kemunculan patahan ini. Dia mengaku heran pengerjaan beton di jalan itu tidak disambung ke sisi jalan lain.
"Sejak dibikin ini jalan begitu memang kondisi patahan jalan, dia nda teruskan ke sana itu waktu dicor ini proyek, kurang lebih satu meter itu tidak kasi nyambung," ucap Dg Naba kepada detikSulsel.
Akses jalan yang membahayakan itu tidak memiliki penanda. Ia mengaku hanya menggunakan plastik seadanya untuk menutupi patahan jalan.
"Kalau orang baru lewat dia nda tahu kalau ada tanda-tanda, biasa saya pasang itu plastik tapi ada angin hilang lagi," ujarnya.
Patahan di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara Makassar sudah kerap memicu kecelakaan baik mobil maupun motor. (Fadli Ilham/detikSulsel) |
Menurut Dg Naba, patahan itu mengancam keselamatan pengendara. Satu mobil pikap dilaporkan pernah terjatuh hingga nyaris terjun ke kanal akibat patahan itu pada dua pekan lalu.
"Mobil pikap kecelakaan, ada 2 minggu kayaknya lagi muat. Kayaknya orang baru lewat itu jadi tidak na tahu, sore-sore itu (melintas), bukan malam na lewat. Jadi ini lampu tetap nyala kalau malam," jelasnya.
"Mobilnya jatuh turun ke sampingnya itu tapi nda sampai ke bawah masih sempat ditarik tapi muatannya itu jatuh. Kalau mobil itu yang satu saya lihat tapi kalau saya dengar sering memang terutama yang baru lewat," ungkapnya.
Kecelakaan akibat patahan jalan juga banyak dialami pengendara motor. Para pengendara motor berpotensi besar terjatuh jika berkendara dengan kecepatan tinggi apalagi tidak mengenal medan.
"Motor juga paling sering, pokoknya orang yang baru lewat itu dia tidak tahu ada patahan. Ini kan jalan alternatif. Motor itu sering sekali apalagi kalau kencang larinya," ucapnya.
Dia melanjutkan, kecelakaan tidak mengenal waktu baik siang maupun malam. Meski pada malam hari ada penerangan di sepanjang jalan, potensi kecelakaan masih sangat besar terjadi.
"Pokoknya siang malam ada pernah kecelakaan, lampu ada tapi sama ji na siang saja nda lihat. Sering sekali dapat di atas 10 kan ini kan sudah lama begini. Tidak kelihatan memang, saya saja pertamaku lewat kaget juga. Jadi berbahaya," jelas Dg Naba.
Hal senada juga disampaikan salah satu driver ojek online (ojol) bernama Safir. Dia mengaku harus berhati-hati akan bahaya patahan meski kerap melintas di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara.
"Saya beberapa kali kalau lewat sini tapi memang kalau dari jauh tidak ditahu ada bolong di situ, jadi kalau laju bisa-bisa kecelakaan," kata Safir.
Safir menuturkan, jalan itu memang sering dilalui untuk menghindari macet dan buru orderan. Hanya saja hingga saat ini tidak ada penanda pada patahan jalan itu.
"Ini kan biar plastik tidak ditau apalagi sampingnya ini tidak ada tiang atau apa begitu. Ini sebenarnya lebih ke jalan pintas kalau kami apalagi kalau macet di Aroepala biasa alternatif lewat sini," ujarnya.


