Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mencatat sebanyak 218 kasus kebakaran selama 2026. Total 210 rumah hangus terbakar dan empat orang meninggal akibat kejadian tersebut.
Data Damkarmat Makassar sejak Januari hingga Agustus 2026, kebakaran mendominasi terjadi pada bulan ini sebanyak 68 kasus. Sementara sejak Januari 17 kasus, Februari 12 kasus, Maret 10 kasus, April 18 kasus, Mei 15 kasus, Juni 31 kasus, dan Juli 47 kasus.
Kabid Operasi Damkarmat Makassar, Andi Muhammad Cakrawala mengakui kebakaran semakin meningkat karena turut dipengaruhi musim kemarau. Pada Agustus dalam sepekan terakhir, pihaknya mencatat banyak rentetan kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain pengaruh cuaca yang cukup ekstrem dan di mana sepekan terakhir ini kejadian kebakaran lahan sangat banyak terjadi," ucap Cakrawala kepada detikSulsel, Rabu (26/8/2026).
Dari sisi penyebab, Damkarmat mengungkap korsleting listrik sering menjadi pemicu kebakaran dengan temuan 31 kasus selama 2026. Sementara kebakaran yang dipicu tabung gas atau kompor 15 kasus, sampah/alang-alang 88 kasus, dan lain-lain tidak diketahui sebanyak 84 kasus.
"Kami juga mengimbau untuk selalu memperhatikan perangkat elektronik bila tidak digunakan sebaiknya colokan listriknya dilepas, dan selalu memperhatikan keamanan di wilayah dapur," paparnya.
Damkarmat juga melaporkan kebakaran sepanjang 2026 mengakibatkan 210 rumah terbakar. Kebakaran juga menghanguskan 20 toko/kios/kafe, 7 gudang, 1 hotel/asrama, 6 kantor/sekolah, 27 kendaraan dan 133 titik alang-alang.
Kebakaran yang terjadi mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 6 luka-luka dan turut berdampak pada 463 kepala keluarga (KK). Damkarmat Makassar mencatat total kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran mencapai Rp 11.091.300.000 (Rp 11 miliar).
"Kami selalu mengingatkan warga akan bahaya dan potensi terjadinya kebakaran. Segera menghubungi layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan 0811410113 bila melihat situasi bahaya di sekitarnya," kata Cakrawala.
