Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menegaskan pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar tetap berlanjut. Kepemilikan Sertifikat Hak Pakai (SHP) menjadi modal kuat Pemprov dalam memastikan lahan yang menjadi lokasi pembangunan stadion dianggap bebas dari sengketa alias clear.
Kepastian tersebut menyusul lahan yang menjadi lokasi pembangunan Stadion Sudiang di Kecamatan Biringkanaya diklaim kepemilikannya oleh warga. Pihak yang mengaku sebagai ahli waris sebagai pemilik lahan bahkan menuntut ganti rugi.
"Pembangunan stadion tetap berjalan," ungkap Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Reza Faisal Saleh dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza menegaskan, klaim atas kepemilikan lahan tidak menghentikan pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Dia menekankan, lokasi pembangunan Stadion Sudiang merupakan aset Pemprov Sulsel yang dibuktikan dengan SHP.
Menurut Reza, klaim warga atas kepemilikan lahan belum jelas. Pihak yang mengaku sebagai ahli waris disebut belum menunjukkan secara jelas hasil plotting dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengenai lokasi yang diklaim miliknya.
"Tidak jelas dimana titik yang dimaksud, belum ada plotting BPN di mana lokasinya. Lokasi stadion yang sementara dibangun sudah dicek dan clear karena lokasi tersebut bersertifikat," tegasnya.
Kendati begitu, Pemprov Sulsel saat ini masih dalam proses melakukan penanganan dari sisi aspek hukum terkait persoalan itu. Pemprov melibatkan pendampingan dari pihak aparat penegak hukum (APH).
Pemprov Sulsel masih memastikan kesesuaian antara dokumen yang diajukan dengan objek tanah di lapangan. Pemprov juga perlu memastikan posisi hukum dan objek lahan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Terkait gugatan ganti rugi stadion, APH memperingatkan untuk tidak membayar dulu karena status kita SHP yang tentu keluar karena ada syarat terpenuhi," jelas Reza.
Pemerintah juga melakukan kajian terhadap dokumen dan informasi yang berkaitan dengan klaim lahan di sekitar lokasi pembangunan stadion. Pemprov akan mengambil langkah berdasarkan dokumen pertanahan dan proses hukum yang berlaku.
"Kita lagi persiapkan novum baru terkait," ujar Reza. Pemprov tetap mengedepankan penyelesaian berdasarkan ketentuan hukum serta dokumen pertanahan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Diketahui, Stadion Sudiang merupakan proyek kolaborasi. Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) mengakomodir anggaran pembangunan senilai Rp 674,9 miliar, sedangkan Pemprov Sulsel menyiapkan lahan seluas 15 hektare di GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Dari puluhan hektare lahan itu, 7 hektare di antaranya untuk bangunan utama stadion dan sisanya fasilitas penunjang. Stadion Sudiang diposisikan bagian dari penguatan ekosistem kawasan olahraga terpadu di GOR Sudiang.
Stadion Sudiang dibangun melalui skema multiyears contract tahun 2025-2027. Proyek ini diawali penyelesaian tahapan perencanaan pada 202. Sementara pembangunan fisik dimulai pada 2026 setelah PT Waskita Karya memenangkan tender konstruksi stadion.
"Mohon doa masyarakat Sulawesi Selatan agar pembangunan ini dapat tercapai dan ditargetkan selesai pada tahun 2027," kata Kepala Dispora Sulsel Suherman kepada wartawan, Jumat (14/8).
Dia memastikan pengerjaan berjalan sesuai perencanaan. Stadion Sudiang Makassar saat ini masih fokus pada pembangunan struktur tribun pada beberapa sisi stadion, meliputi tribun barat, tribun utara, dan tribun timur.
Pembangunan Stadion Sudiang diharapkan menjadi sarana olahraga representatif di Sulsel. Selain memperkuat fasilitas olahraga, kehadiran stadion juga mendukung pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di daerah.
"Dispora Sulsel terus memantau pembangunan stadion. Setiap saat kami memantau perkembangan dan kemajuan pembangunan, termasuk pekerjaan pada struktur tribun," jelas Suherman.
Sementara itu, Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel Kementerian PU Iwan mengatakan, pembangunan struktur Stadion Sudiang ditarget mencapai 70% hingga akhir tahun ini. Pada 2027 nanti, konstruksi stadion ditargetkan sisa memasuki finalisasi.
"Kita targetnya struktur semua sudah terpasang. Targetnya struktur sampai atap, itu kita maksimalkan di tahun ini ya. Jadi target kita sampai 65% sampai 70%-lah tahun ini," jelas Iwan saat dihubungi.
