Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggenjot pembangunan jalan untuk warga Romang Tangayya yang selama puluhan tahun kesulitan akses. Pembangunan jalan beton yang selama ini dinantikan warga sebentar lagi rampung.
Kondisi tersebut terlihat di kawasan Romang Tangayya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, saat Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin meninjau progres pembangunan jalan pada Rabu (19/8/2026). Appi mengatakan, proyek ini diharapkan sudah selesai bulan depan.
"Hari ini, saya meninjau langsung pembangunan jalan di Romang Tangayya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Saya juga bertemu warga, kita harapkan akses jalan segera selesai bulan depan," ujar Appi dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama puluhan tahun, akses jalan menghubungkan warga Kota Makassar di wilayah tersebut, seakan terisolasi. Hal itu disebabkan karena akses jalan terjal dan sulit dilalui saat musim hujan dan bahkan banjir kerap memutus alur jalanan hingga dipenuhi lumpur.
Appi menekankan peninjauan langsung yang dilakukan menjadi bentuk komitmen untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui dan menjadi kendala mobilitas diharapkan dapat ditata dan diperbaiki sehingga memberikan akses yang lebih aman dan mudah bagi warga.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir mengatakan pembangunan jalan tersebut dilakukan untuk membuka akses langsung bagi masyarakat Kampung Romang Tangayya. Dengan adanya jalan baru tersebut, warga nantinya tidak lagi harus memutar jauh melalui Jalan Poros Samata, Kabupaten Gowa, untuk menuju kawasan lainnya.
"Pembangunan ini untuk membuka akses langsung masyarakat Romang Tangayya. Jadi warga tidak perlu lagi kesulitan aktivitas," ujar Zuhaelsi.
Dengan dibangunnya akses tersebut, masyarakat Romang Tangayya yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan jalan diharapkan tidak lagi merasa berada di kawasan yang terisolasi.
Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan bahwa pembangunan benar-benar hadir hingga ke wilayah paling ujung, termasuk kawasan yang berbatasan langsung dengan daerah lain. Langkah ini sekaligus menegaskan arah pembangunan Kota Makassar yang tidak hanya mengejar pertumbuhan di pusat kota, tetapi juga membuka konektivitas antarwilayah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan, pembangunan Jalan Beton Romang Tangayya-Tamangapa memiliki panjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 4 meter.
Jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota meningkatkan konektivitas sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Sebelum dibangun, kondisi jalan tersebut masih berupa jalan tanah.
Kondisi itu membuat akses warga menjadi cukup sulit, terutama ketika memasuki musim hujan karena permukaan jalan mudah berlumpur dan sulit dilalui kendaraan. Melalui proyek ini, jalan tersebut direkonstruksi menggunakan konstruksi beton sehingga diharapkan dapat memberikan akses yang lebih layak bagi masyarakat.
"Jalan yang sebelumnya masih berupa tanah ini kita lakukan rekonstruksi beton. Harapannya akses masyarakat bisa lebih mudah dan mobilitas warga semakin lancar," jelasnya.
Dengan terbukanya akses langsung, masyarakat memiliki jalur yang lebih efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tidak hanya memperpendek waktu tempuh, keberadaan jalan tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Zuhaelsi menyebutkan, pekerjaan pembangunan Jalan Beton Romang Tangayya-Tamangapa dilaksanakan mulai 13 Juli hingga 10 Oktober 2026. Pembangunan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Pokok Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.
Selaku Dinas PU Makassar, ia memastikan pembangunan infrastruktur jalan terus dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya membuka kawasan yang selama ini terkendala akses.
"Pembangunan Jalan Beton Romang Tangayya menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memastikan masyarakat di kawasan pinggiran memperoleh akses infrastruktur yang layak," terangnya.
