Dekan FEBI UIN Kendari Diduga Lecehkan Mahasiswi Saat Konsultasi Nilai

Dekan FEBI UIN Kendari Diduga Lecehkan Mahasiswi Saat Konsultasi Nilai

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Rabu, 12 Agu 2026 17:23 WIB
Ilustrasi pelecehan
Ilustrasi pelecehan. Foto: (Getty Images/Favor_of_God)
Kendari -

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari berinisial MH dilaporkan ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswinya. Dugaan tindak pidana kekerasan seksual itu diduga terjadi di ruangan kerja MH.

"Korban langsung yang membuat laporan ke Polda Sultra," kata kuasa hukum korban, Sukdar saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (12/8/2026).

Sukdar mengatakan dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi di ruangan kerja MH pada Rabu (15/7) sore. Saat itu, korban mendatangi terlapor karena hendak konsultasi nilai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban ini menemui MH selaku dosen mata kuliah yang diampu untuk memperbaiki nilai mata kuliahnya yang eror," bebernya.

Menurut Sukdar, saat proses konsultasi nilai itulah MH melakukan pelecehan terhadap korban. Sukdar mengatakan aksi MH dimulai dengan menanyakan hafalan terkait mata kuliah, hingga belakangan membahas mengenai ranah pribadi yang membuat korban sempat menangis.

ADVERTISEMENT

"Di saat klien kami sedang menangis dan berada dalam kondisi psikologis yang rentan, terduga pelaku justru mengeluarkan pernyataan tidak pantas, menyuruh korban tinggal di pondok atau tinggal bersama pelaku saja," ungkap dia.

"Tidak sampai di situ, MH kemudian melakukan kontak fisik yang mengarah pada pelecehan," sambungnya.

MH Bantah Tuduhan Pelecehan

MH yang dimintai konfirmasi terpisah membantah tuduhan terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Kendati begitu, MH mengakui mahasiswi yang dimaksud memang datang menemuinya untuk berkonsultasi soal nilai mata kuliah.

"Saya membantah dengan tuduhan pencabulan dan pelecehan itu. Mahasiswi saya ini memang di tanggal itu datang konsultasi nilai, tapi tidak ada tindakan pencabulan yang dituduhkan," ungkap dia.

Ia tidak menampik saat konsultasi nilai korban sempat menangis. Namun saat itu MH mengaku langsung meminta korban untuk keluar dari ruangan.

"Dia sempat menangis, saya suruh keluar karena takut ada persepsi bermacam-macam, tapi dia tidak mau keluar. Terus kalau saya ada niat melecehkan, pintu ruangan kantor saya itu saya tutup rapat-rapat, tapi ini terbuka lebar pintunya," bebernya.

Kendati demikian, MH menghormati jika korban membuat laporan di Polda Sultra. Dia bersiap datang ke Polda Sultra bila ada panggilan dari penyidik kepolisian.

"Ya kami kooperatif jika ada laporan ke polisi," pungkasnya.



(asm/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads