Cerita Ikram Warga Kandea Makassar Izin Bos Pulang Saat Rumahnya Terbakar

Cerita Ikram Warga Kandea Makassar Izin Bos Pulang Saat Rumahnya Terbakar

Fadli Ilham - detikSulsel
Selasa, 11 Agu 2026 14:41 WIB
Salah satu warga terdampak kebakaran di Jalan Kandea mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah saat pulang.
Salah satu warga terdampak kebakaran di Jalan Kandea mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah saat pulang. Foto: Fadli Ilham/detikSulsel
Makassar -

Ikram salah satu warga terdampak kebakaran di Jalan Kandea 3, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menceritakan rumahnya sudah dilalap si jago merah saat pulang kerja. Sebelum itu, Ikram izin pulang ke bosnya saat mendengar kabar terjadinya kebakaran.

Saat peristiwa kebakaran terjadi, Ikram masih berada di tempatnya bekerja sebagai penjual ikan di salah satu pasar di Makassar. Saat mengetahui kabar kebakaran di Jalan Kandea, dia langsung izin pulang ke bosnya.

"Saya sementara menjual ikan, saya dengar gosipan terjadi kebakaran di sini di Jalan Kandea. Jadi saya tanya bos saya untuk lihat dulu kebakaran di Kandea siapa tahu rumahku. Jadi saya minta izin dulu untuk ke Kandea," ucap Ikram kepada detikSulsel di lokasi, Senin (10/8/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikram menyampaikan saat perjalanan pulang hingga tiba di lokasi, ternyata rumahnya menjadi salah satu yang terdampak. Bangunan rumahnya pun sudah rata dengan tanah saat dirinya masuk di lorong lokasi kebakaran.

"Pas saya ke sini sudah habis semua terbakar, tidak sempat menyelamatkan barang-barang penting habis semua tidak ada apa-apa," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dia membeberkan sejumlah barang miliknya termasuk barang berharga tidak dapat diselamatkan. Bahkan dokumen surat tanah warisan orang tuanya yang hendak diamankan tidak ditemukan.

"Susah diselamatkan api sudah besar. Ada warisan orang tua surat tanah, pakaian, alat elektronik, lemari. Pakaian juga semua tidak ada yang tersisa, tinggal ini saja pakaian yang di badan," bebernya.

Saat peristiwa kebakaran terjadi hanya tertinggal mertuanya yang berada di dalam rumah. Kendati begitu, ia mengatakan mertuanya cepat lari keluar dari rumah dengan kondisi selamat meski tidak dapat mengamankan barang-barang penting.

"Ada cuma satu (di dalam rumah) mertua saya (berhasil) menyelamatkan diri (tapi) tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga di dalam. Ada anakku satu tapi tidak ada di rumah, dia tidak ada di lokasi," katanya.

Ikram mengungkapkan penyebab kebakaran bermula dari seorang anak muda kurang lebih berumur 20 tahun yang hendak membakar di dalam rumah akibat tidak diberikan uang. Kendati begitu, dirinya tidak dapat memastikan apa yang hendak dibakar pemuda tersebut.

"Kan ini anak minta uang di mamanya nda dikasi, terus karena tidak dikasi uang mamanya dia bakar-bakar di atas di kamarnya kakaknya, terus sudah bakar dia keluar. Nda ditahu apa yang dibakar," jelasnya.

Menurutnya, pria yang membakar di dalam rumah ini mengalami gangguan kejiwaan dan sebelumnya sudah pernah diarahkan ke Rumah Sakit Dadi. Ikram menambahkan, setelah itu api kemudian membesar dan menyasar rumah warga.

"Itu yang bakar agak gila-gila juga. Sempat itu dulu mau dibawa ke Rumah Sakit Dadi tapi nda mau keluarganya. Setelah itu besar apinya langsung menyebar ke rumah-rumah warga," ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang ditemui di lokasi menuturkan upaya pemadaman cukup sulit dilakukan karena akses masuk ke lorong. Namun upaya dari petugas cukup maksimal karena dengan sigap menyambungkan selang hingga ke lokasi.

"Dari dulu memang kalau kejadian di sini aksesnya memang sulit masuk. Tapi saya lihat tadi dari petugas sambung-sambung selang cukup maksimal, karena kalau kondisi begini kan harus berangsur," kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Ia menyebut kebakaran yang terjadi telah mengakibatkan sekitar puluhan rumah tidak dapat diselamatkan. Menurutnya, sebagian warga di Jalan Kandea ada yang di dalam rumah tinggal lebih dari satu kartu keluarga (KK).

"Ada banyak (rumah terbakar), biasa juga disini satu rumah ada beberapa KK jadi kumpul di dalam. Menurutku lebih 20 rumah," ungkapnya.

Diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Kandea Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala pada Senin (10/8) sekitar pukul 20.10 Wita. Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.

Berdasarkan laporan awal di lapangan, sekitar 50 unit armada dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Selain Damkar dan BPBD Kota Makassar, penanganan turut melibatkan TNI, Polri, Tagana, TBM dan PMI Kota Makassar.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Kelezatan Konro Iga Bakar di Restoran Kota Makassar"
[Gambas:Video 20detik] (ata/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads