Kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk Jalan Kandea 3, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menghanguskan 37 rumah. Kejadian itu mengakibatkan 245 jiwa terdampak dan dua orang mengalami luka-luka.
"Berdasarkan hasil asesmen awal BPBD Kota Makassar, sebanyak 37 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, 20 rumah berada di RT 03/RW 04 dan 17 rumah di RT 04/RW 04," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Total bangunan terdampak mayoritas merupakan bangunan semi permanen. Fadli merincikan sebanyak 25 rumah di antaranya mengalami rusak berat, tujuh rusak sedang, dan lima rusak ringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data sementara mencatat sebanyak 60 kepala keluarga (KK) atau 245 jiwa terdampak. Mereka terdiri atas warga dewasa, anak-anak, balita, lansia, serta satu ibu hamil," ujarnya.
"Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia berdasarkan data sementara yang diterima BPBD Kota Makassar," tambah Fadli.
Tim BPBD telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Hal ini guna memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara bertahap sesuai tingkat urgensinya.
"Prioritas kami setelah kondisi api terkendali adalah memastikan keselamatan warga, melakukan asesmen secara menyeluruh, mendata kelompok rentan serta mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak," tegasnya.
Dia memastikan, penanganan tidak berhenti ketika api padam lantaran ada fase pemulihan yang mesti dilakukan. Hasil asesmen awal mencatat sejumlah kebutuhan mendesak warga, antara lain terpal, baby kit, family kit, first aid kit, sarung, pakaian, dan selimut.
BPBD Kota Makassar selanjutnya akan melakukan pendalaman asesmen sebagai dasar penanganan pascakejadian, termasuk dukungan logistik serta kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah warga yang mengalami kerusakan.
Dukungan psikososial atau trauma healing juga akan dipertimbangkan berdasarkan hasil asesmen, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak. BPBD Kota Makassar akan terus memperbarui data seiring proses asesmen lanjutan.
"Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri menghadapi masa pemulihan. Setelah fase kedaruratan, pemerintah hadir untuk mendorong proses recovery agar warga dapat kembali menjalani aktivitasnya," tegasnya.
Diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Kandea Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala pada Senin (10/8) sekitar pukul 20.10 Wita. Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, sekitar 50 unit armada dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Selain Damkar dan BPBD Kota Makassar, penanganan turut melibatkan TNI, Polri, Tagana, TBM dan PMI Kota Makassar.
