Bentrok antara kelompok warga dipicu sengketa lahan di kawasan Jalan Prof Abd Basalamah, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga melibatkan tiga organisasi kemasyarakatan (ormas). Kendati begitu, polisi belum memastikan pihak bersengketa yang melibatkan kelompok tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni awalnya mengungkapkan, pihak yang terlibat dalam sengketa lahan terbagi dalam tiga kelompok. Dua kelompok di antaranya dikabarkan bersatu karena kekurangan massa.
"Ini kan ada tiga pihak, yang dua pihak ini ada indikasi bergabung lagi sekarang. Kenapa dia bergabung, karena keterbatasan amunisi untuk membiayai ormas-ormas ini, tapi itu masih suara sumbang ya," ucap Uji kepada detikSulsel, Senin (27/7/2027).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia masih melakukan penyelidikan terkait kelompok yang diduga terlibat. Dia memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil pihak yang diduga terlibat.
"Kalau kabar burung ada dalam kelompok itu dari ormas, ada dari B120, Matador dan Akuterbang. Itu yang muncul dalam sengketa lahan. Kami akan rencana untuk ketemu dengan tiga ormas ini," jelasnya.
Pihak kepolisian sedianya sudah meminta setiap pihak yang bersengketa untuk menahan diri. Polisi sudah menemui salah satu kubu agar tidak melakukan aksi balasan pada Minggu (26/7) malam
"Kami baru satu pihak yang melapor ke Polrestabes. Tadi malam ketemu pada intinya kami minta untuk colling down terkait perkara ini," beber Uji.
"Namun dari pihak yang melapor ini intinya selama tidak ada pergerakan dari lawannya, mereka tidak akan lakukan gerakan. Karena kan dia sudah melapor ke Polrestabes terkait penyerobotan. Ini versi dia ya, karena dia punya alas hak," paparnya.
Sementara perwakilan dua kelompok lainnya tidak hadir dalam upaya mediasi. Dia mengatakan kepolisian dengan Pemerintah Kecamatan Panakkukang berharap agar masing-masing pihak menenangkan diri.
"Intinya kami meminta untuk colling down dan kasih kesempatan ke polsek untuk menyampaikan. Namun mereka belum ada yang respons sama sekali yang dua kelompok ini, yang ketemu tadi malam satu pihak, itu kelompok yang sudah melapor kemarin di Polrestabes," jelasnya.
Bentrokan Terjadi 4 Hari Beruntun
Diketahui, bentrokan akibat sengketa lahan itu sudah terjadi selama empat hari beruntun. Pihak yang bertikai saling mengklaim kepemilikan lahan seluas 2.000 meter persegi yang berada di sekitar lokasi kejadian, tepatnya samping kantor PDAM Racing Center.
Perang kelompok itu pertama kali terjadi di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah (eks Jalan Racing Center) pada Kamis (23/7) sekitar pukul 00.30 Wita. Insiden itu mengakibatkan 4 orang kena busur dan 2 lainnya luka kena lemparan batu.
Perang kelompok itu kemudian pecah lagi pada Jumat dan Sabtu (24-25/7) dini hari. Kelompok warga saling menggunakan busur panah dan batu.
Bentrokan lalu kembali terjadi di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah pada Minggu (26/7) sekitar pukul 15.00 Wita. Perang kelompok ini semakin meluas hingga terpusat di Jalan Abdullah Daeng Sirua (Abdesir).
Bentrokan itu mengakibatkan warga terkena busur panah. Sejumlah kendaraan juga dilaporkan rusak akibat lemparan batu hingga terbakar di lokasi kejadian.
