Hujan awet mengguyur Kota Makassar dan sekitarnya dalam tiga hari terakhir hingga hari ini meski sudah memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan berhari-hari ini dipicu aktifnya empat gelombang ekuator.
"Kondisi ini dipengaruhi aktifnya empat gelombang ekuator, yaitu Depresi Tropis, MJO, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin secara bersamaan yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," ujar prakirawan Cuaca BMKG Wilayah IV Makassar Retno Noviana kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Retno menjelaskan, suhu muka laut di Laut Banda kemudian meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Selanjutnya dibawa angin ke wilayah Sulawesi Selatan hingga membuka potensi hujan yang cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Laut Banda meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, yang dibawa oleh angin timuran sehingga membawa massa udara lembab menuju Sulawesi Selatan sehingga peluang hujan cukup tinggi di Sulawesi Selatan," imbuhnya.
Retno mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama dalam mengantisipasi potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Sulsel.
Sementara itu, Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan mengatakan hujan akan awet. Kondisi tersebut diprediksi terjadi hingga hari ini.
"Untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, sampai besok (hari ini). Lusa (Rabu) sudah mulai berkurang," bebernya.
Jalan AP Pettarani-Mapala Tergenang
Air setinggi betis orang dewasa sempat menggenangi Jalan AP Pettarani-Yusuf Dg Ngawing dan sekitarnya usai diguyur hujan hingga Senin (18/5) mulai sekitar pukul 13.00 Wita. Genangan terjadi mulai di sekitar gedung Informa hingga pertigaan Jalan Yusuf Dg Ngawing.
Sepanjang Jalan Yusuf Dg Ngawing juga tergenang hingga Jalan Emmy Saelan. Genangan juga tampak terjadi di ruas jalan sekitarnya seperti Jalan Mapala dan Jalan Pendidikan di samping gedung Phinisi UNM.
Lalu lintas Jalan AP Pettarani dan sekitarnya tampak mengalami kepadatan. Antrean kendaraan terjadi di tiap persimpangan jalan seperti Mapala-Pendidikan dan Yusuf Dg Ngawing-Pettarani.
Selain genangan, antrean kendaraan di pertigaan AP Pettarani-Dg Ngawing juga dipicu pengendara yang singgah berteduh di tepi jalan. Kendaraan yang menerobos genangan melaju dengan pelan.
Sejumlah Jalan Macet Usai Hujan
Kemacetan parah pu terjadi di sejumlah titik di Makassar pada malam tadi. Kondisi itu di antaranya terjadi di Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin.
Kemacetan di Jalan AP Pettarani mulai terjadi menjelang pertigaan Jalan Letjen Hertasning. Kemacetan terjadi hingga ke pertigaan Jalan Sultan Alauddin.
Di Jalan Sultan Alauddin, kemacetan panjang terjadi ke arah kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh). Di sini, kemacetan terjadi hingga ke perbatasan Kabupaten Gowa.
Jalur-jalur alternatif di sekitar Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin juga mengalami kemacetan. Kendaraan bertumpuk di jalan yang sempit dan beberapa di antaranya masih tergenang air.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Letjen Hertasning mulai dari kawasan kantor PLN hingga ke Jalan Tun Abdul Razak, tepatnya setelah jembatan Aroepala. Kemacetan salah satunya dipicu pengerjaan jalan di sekitar Aroepala.
Simak Video "Video: April 2026, Indonesia Diprediksi Masuk Musim Kemarau"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/asm)











































