Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Kampanye Antihoaks di CFD Makassar

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Kampanye Antihoaks di CFD Makassar

Iswandy Rusli - detikSulsel
Minggu, 17 Mei 2026 22:28 WIB
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FSIKP UMI Makassar menggelar aksi Walk and Talk.
Foto: Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FSIKP UMI Makassar menggelar aksi Walk and Talk. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar aksi Walk and Talk. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia 2026 sekaligus mengampanyekan pentingnya literasi digital kepada masyarakat.

Aksi tersebut berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Boulevard, Kota Makassar, Minggu (17/5/2026). Mahasiswa menyampaikan orasi, yel-yel, hingga ajakan edukatif terkait pentingnya menjaga privasi dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

"Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat membawa pesan edukasi digital yang positif dan membangun. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa dalam mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial," ujar Wakil Dekan I FSIKP UMI, Muhajir dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesan seperti saring sebelum sharing dan cek fakta sebelum percaya sangat relevan dengan kondisi ruang digital saat ini. Kami ingin masyarakat semakin kritis menghadapi arus informasi yang begitu cepat," katanya.

ADVERTISEMENT

Suasana CFD Boulevard Makassar semakin ramai ketika mahasiswa meneriakkan slogan 'Generasi Cerdas Lawan Hoaks' dan 'Bijak Bermedia'. Kehadiran mahasiswa pun mendapat perhatian serta respons positif dari masyarakat yang sedang berolahraga dan menikmati suasana CFD.

"Kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi dan itu menjadi hal yang menggembirakan. Edukasi literasi digital memang harus terus dilakukan secara langsung agar pesannya lebih dekat dengan masyarakat," ungkap Muhajir.

Selain kampanye literasi digital, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembacaan pernyataan sikap Koalisi Masyarakat dan Mahasiswa Informasi dan Komunikasi Sulawesi Selatan. Mereka menyoroti persoalan hoaks, deepfake, manipulasi informasi, hingga pengaruh algoritma media sosial yang dinilai memperkuat polarisasi di ruang publik.

"Kami berharap teknologi kembali digunakan sesuai fitrahnya, yakni untuk mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, bukan memecah belah. Momentum Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia ini menjadi pengingat penting agar ruang digital tetap sehat, aman, dan bertanggung jawab," tutupnya.




(hmw/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads