Heboh di media sosial pria yang mengenakan atribut polisi terlibat cekcok dengan warga di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Persoalan itu diduga dipicu kesalahpahaman dan diklaim sudah diselesaikan.
"Kesalahpahaman antara itu temannya. Habis itu mereka mau selesaikan sendiri," tutur Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam kepada detikSulsel, Kamis (14/5/2026).
Peristiwa itu terjadi di Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Tamalanrea, Kamis (14/5) dini hari. Mustari belum menjelaskan kesalahpahaman yang memicu percekcokan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas itu tidak ada korban, tidak ada luka, tidak bertengkar, hanya biasa (adu) mulut, kesalahpahaman. Habis itu mereka mau menyelesaikan sendiri secara kekeluargaan," jelasnya.
"Setelah itu kalau mereka sudah mau selesaikan, ya mau tidak mau kan dipulangkan karena tidak ada ji permasalahan, masalah biasa sesama teman," tambah Mustari.
Dalam unggahan beredar, pria itu dinarasikan sempat mengaku sebagai anggota Resmob di Sulawesi Barat (Sulbar). Kendati begitu, Mustari enggan menjelaskan hal tersebut lebih jauh.
"Tidak perlu kita cari tahu kah terlalu karena Resmobnya atau apanya. Kan tidak ada masalah, tidak ada korban dan tidak ada LP. Saya itu ji batasnya saya bisa jelaskan karena tidak ada LP," papar Mustari.
Dari video viral di media sosial, pria yang disebut mengaku polisi itu mengenakan kaos berwarna hitam. Lelaki itu terlihat mengenakan atribut berupa kalung lencana berlambang Polri dan sebuah perangkat komunikasi di kerah bajunya.
Pria tersebut tampak adu mulut dengan sejumlah warga hingga memicu perhatian masyarakat lain di lokasi. Sejumlah pemuda di lokasi terdengar mempertanyakan sikap pria tersebut yang dinilai membawa-bawa nama institusi dalam persoalan pribadi.
"Masalahnya persoalan utama, masalah pribadi kau bawa instansi, begitu, cocok saja begitu. Kalau masalah pribadi, mau kau polisi, mau kau tentara, urus pribadi," kata salah satu pemuda dalam video tersebut.
Pemuda lainnya mengaku datang ke lokasi setelah menerima informasi terkait dugaan penganiayaan dan teror terhadap seorang perempuan. Mereka membantah kedatangan mereka bertujuan untuk mencari keributan.
"Kan kami memang dengar jelas ini masalahnya teman-teman perempuan di sini apa, sampai diteror, ditampar, segala macam. Kebetulan ini ada temanku, yang sepupunya yang keluarganya minta tolong ke saya," jelas pemuda lain dalam video tersebut.
Sementara itu, pria yang diduga mengaku sebagai polisi itu juga terdengar melontarkan pernyataan terkait keributan yang terjadi. Ia mengklaim datang ke lokasi karena persoalan dugaan penipuan senilai ratusan juta rupiah.
"Bapak ini bapak Rp 250 juta bapak, saya baru ditipu, pak. Kalau saya mau melapor saya pikir, siri na pacce, saya masih sayang juga bapak," ujar pria beratribut polisi kepada aparat kepolisian yang datang ke lokasi kejadian.
(sar/asm)











































