DPRD Makassar Minta Geng Motor Tebas Bocah 13 Tahun Tak Dipandang Enteng

DPRD Makassar Minta Geng Motor Tebas Bocah 13 Tahun Tak Dipandang Enteng

Muh. Saddam Reski S - detikSulsel
Selasa, 12 Mei 2026 14:07 WIB
Ketua Komisi D DPRD Makassar Ari Ashari Ilham.
Ketua Komisi D DPRD Makassar Ari Ashari Ilham. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Ketua Komisi D DPRD Makassar Ari Ashari Ilham meminta kasus bocah bernama Hilal (13) yang ditebas geng motor saat nongkrong, tidak dipandang enteng. Kasus ini mesti menjadi perhatian semua pihak.

"Kondisi seperti ini sudah tidak boleh dipandang enteng lagi. Ini harus menjadi perhatian penting pemerintah kota untuk berkoordinasi dengan semua pihak dalam penanganan keamanan," ujar Ari saat dihubungi detikSulsel pada Selasa (12/5/2026).

Ari menegaskan bahwa kunci utama pencegahan berada pada pengawasan di tingkat lingkungan. Ia mendesak agar RT dan RW lebih aktif memantau pergerakan pemuda di wilayah masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali mengaktifkan pos keamanan lingkungan (Poskamling). Hal ini dianggap perlu agar penjagaan keamanan bisa menjangkau titik-titik terkecil di pemukiman warga.

"Ada baiknya memang diaktifkan kembali Poskamling agar penjagaan keamanan terpecah sampai ke pos terkecil. Dengan begitu, masyarakat bisa terlibat langsung menjaga keamanan kota," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, legislator dari fraksi NasDem ini menyoroti lemahnya efek jera bagi para pelaku yang mayoritas merupakan anak di bawah umur. Ia secara pribadi berharap aparat kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas jika kelakuan pelaku sudah di luar batas.

"Secara pribadi, kita tidak boleh melihat umurnya tapi lihat kelakuannya, kalau sudah melebihi batas toleransi seharusnya tidak pembinaan lagi tapi penahanan. Kalau hanya pembinaan, mereka merasa hanya dipindahkan lalu dilepas lagi tanpa ada efek jera," tegasnya.

Sebagai informasi, aksi brutal geng motor terhadap Hilal terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Minggu (10/5) sekitar pukul 01.00 Wita. Korban yang sedang nongkrong di depan ruko tiba-tiba diserang kelompok geng motor secara membabi buta menggunakan parang.

Rentetan teror geng motor ini juga diketahui terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir di berbagai titik di Kota Makassar. Situasi tersebut dinilai sudah sangat mengkhawatirkan karena para pelaku tidak segan melukai warga sipil menggunakan senjata tajam.




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads