Teror Geng Motor di Makassar Tak Ada Habisnya

Teror Geng Motor di Makassar Tak Ada Habisnya

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 02 Mei 2026 08:30 WIB
Anggota geng motor diduga membawa pistol saat merusak kendaraan di rumah warga Makassar.
Foto: Anggota geng motor diduga membawa pistol saat merusak kendaraan di rumah warga Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Teror geng motor di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kian meresahkan dan seolah tidak ada habisnya. Anggota geng motor bahkan melakukan penyerangan dan pengeroyokan secara acak dengan membawa senjata tajam (sajam) hingga pistol.

Aksi beringas anggota geng motor terjadi di sejumlah lokasi berbeda di Makassar selama April hingga awal Mei 2026. Mereka melakukan pengeroyokan, merusak kendaraan hingga menyerang anggota polisi menggunakan busur panah saat akan diamankan.

Terbaru, kawanan geng motor melakukan penyerangan di sebuah rumah di Jalan Langgau, Kecamatan Bontoala, Makassar pada Jumat (1/5) dini hari. Polisi sementara menyelidiki aksi pelaku yang terekam CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota sudah melakukan penyelidikan, sudah bertemu dengan tokoh masyarakat, sudah turun ke TKP melakukan wawancara dan bertemu dengan pihak korban," ujar Kapolsek Bontoala Kompol Andi Aris Abubakar kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

Polisi belum mengetahui pemicu penyerangan tersebut. Namun Aris menduga aksi pelaku berkaitan dengan gerombolan motor yang mencari masalah di jalanan dan hendak melintas ke wilayah Tammajene, Kecamatan Panakkukang.

ADVERTISEMENT

"Ini kan anak muda ya, bersinggungan namanya banyak gerombolan motor kayak begitu cari masalah. Dia mau ke Tammajene wilayah Panakkukang tetapi lewat di Langgau," beber Aris.

Aris memastikan tidak ada korban dalam aksi penyerangan geng motor tersebut. Para pelaku datang melakukan perusakan terhadap pot bunga dan sepeda motor warga.

"Tidak ada korban luka atau jiwa. Pot bunga dia pecahkan, motor dia jatuhkan," tutur Aris.

Dari rekaman CCTV beredar, tampak rombongan pelaku datang menggunakan beberapa motor dan saling berboncengan. Salah satu pelaku lantas turun dari motor dan melakukan penyerangan.

Pelaku tampak mengenakan kaos berwarna hitam, topi dan kacamata hitam. Pelaku terlihat memegang benda menyerupai pistol di tangan kanannya dan handphone yang dijadikan senter di tangan kiri.

Pelaku lalu terlihat menendang dan menjatuhkan beberapa motor yang terparkir. Setelah melakukan aksinya, pelaku bersama rekannya kabur dari lokasi kejadian.

Remaja Dikeroyok di Pantai Losari

Seorang remaja pria berusia 18 tahun juga sempat dikeroyok anggota geng motor saat nongkrong di kawasan Pantai Losari, Sabtu (25/4) malam. Tim Resmob Polda Sulsel menangkap 7 pelaku berinisial AY (21), IJM (20), RA (18), MR (19), MAG (18), F (20), dan MY (20), pada Selasa (28/4).

"Korban pada saat itu sementara nongkrong di Pantai Losari menikmati makanan setempat, tiba-tiba dari tujuh orang bersangkutan itu menghampiri korban dan memukul," ujar Katim Unit 1 Resmob Polda Sulsel Aiptu Arsyad Samosir kepada wartawan, Kamis (30/4).

Arsyad mengatakan aksi sadis para pelaku berlanjut dengan membawa korban ke kawasan Tanjung Bunga, Makassar. Di lokasi tersebut, korban kembali dianiaya hingga babak belur.

"Setelah korban dipukul (di Pantai Losari), korban lalu dibawa ke suatu tempat di arah Tanjung Bunga, di situ korban dipukuli lagi," ungkapnya.

Terkait motif, Arsyad mengatakan kelompok geng motor ini memang kerap menyerang warga tanpa alasan yang jelas. Dalam beraksi, kelompok ini menggunakan senjata tajam.

"Ketujuh orang ini tergabung di suatu kelompok geng motor yang kadang melakukan penyerangan di suatu tempat atau ke warga setempat," ungkapnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, ketapel, dan anak busur. Arsyad menyebut para pelaku kerap membawa busur panah, parang hingga samurai saat beraksi.

"Kalau pada saat mereka rolling atau beraksi sering menggunakan senjata tajam baik jenis parang maupun samurai beserta anak panah. Kalau barang bukti yang kami amankan berupa busur panah dan ketapel," beber Arsyad.

Polisi Diserang Pakai Busur Panah

Polisi yang melakukan patroli juga sempat mengamankan 3 remaja yang diduga anggota geng motor di Jalan Hertasning, Kecamatan Rappocini, Minggu (26/4) dini hari. Salah satu pelaku sampai menyerang aparat kepolisian saat hendak dibubarkan.

"Kami mengamankan tiga remaja. Saat dilakukan pembubaran, mereka justru melakukan penyerangan terhadap petugas dengan menggunakan busur," kata Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Rappocini Ipda Suprianto dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Penindakan itu berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya sekelompok geng motor yang kerap melakukan aksi penyerangan di lokasi. Saat ke lokasi, polisi mendapati sekelompok remaja saling berboncengan yang menggunakan 10 motor.

"Saat hendak dibubarkan, kelompok tersebut justru melakukan perlawanan dengan menyerang petugas kepolisian," tuturnya.

Salah satu pelaku melepaskan busur panah ke arah personel. Beruntung, petugas berhasil menghindar dan anak panah tersebut menancap di dinding salah satu warung milik warga.

"Petugas langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Hasilnya, tiga remaja berhasil diamankan, masing-masing berinisial FL (17), MN (16), dan ME (16)," ucapnya.

Dari tangan ketiga remaja yang ditangkap, polisi menyita satu buah anak panah busur yang digunakan untuk menyerang petugas. Polisi juga mendapati tiga buah petasan yang diduga akan digunakan dalam aksi penyerangan.

"Saat ini, ketiga remaja tersebut telah diamankan di Polsek Rappocini untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Suprianto.

Geng Motor Serang Asrama Polisi

Kawanan geng motor sebelumnya juga melakukan aksi penyerangan di Asrama Polisi (Aspol) Tello, Kecamatan Panakkukang, Minggu (26/4). Warga melakukan perlawanan hingga terjadi aksi saling serang.

"Kalau penyerangan di Aspol masih kami dalami pelaku-pelakunya," ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Minggu (26/4).

Arya mengungkapkan dalam aksi saling serang tersebut, satu orang ditangkap dan diamuk warga. Akibatnya yang bersangkutan mengalami luka-luka.

"Ada satu yang ditangkap oleh warga, namun terjadi tindakan main hakim sendiri," katanya.

Polisi yang datang ke lokasi membawa pemuda tersebut ke rumah sakit sebelum dipulangkan ke kediamannya. Arya menyebut sejauh ini belum ditemukan barang bukti yang menguatkan dugaan penyerangan dari pemuda tersebut.

"Untuk sementara tidak ada barang bukti. Yang bersangkutan tidak menyatakan apa-apa, hanya mengaku lewat di lokasi," ungkapnya.

Meski begitu, polisi tetap melakukan pendalaman dengan menelusuri isi telepon genggam pria tersebut serta kemungkinan keterkaitannya dengan pihak lain.

"Kami masih dalami dari handphonenya dan hubungannya dengan teman-temannya," tutup Arya.

Geng Motor Tawuran-Busur Remaja

Dua kubu geng motor juga sempat terlibat tawuran di depan gerai Mie Gacoan, Jalan AP Pettarani, Senin (20/4) dini hari. Dua kelompok yang terlibat diduga berasal dari Jalan Sukaria serta Maccini-Ablam dan sekitarnya.

Akibat kejadian itu, satu orang dari kelompok penyerang dilaporkan mengalami luka namun korban tidak melanjutkan laporan ke polisi. Pihak kepolisian lantas menyoroti sikap tersebut.

"Terus terkait hal ini juga, atensi khusus geng motor, kadang-kadang masyarakat tidak mau terbuka. Contohnya, perang kelompok di situ sebetulnya kubu sebelah ada korban luka juga itu malam, tapi tidak melapor," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada detikSulsel, Selasa (21/4).

Usai tawuran, salah satu kelompok geng motor justru melanjutkan aksinya dengan menyasar korban lain di jalan. Kelompok ini menyerang remaja inisial AR (16) saat berpapasan di jalan.

"Usai mereka menyerang, dengan menggunakan motor menuju urip tepatnya di Aspol Panaikang, nyikat 1 orang. Mereka geng motor ini melawan arus (lalu lintas)," kata Iptu Uji Mughni.

Saat itu korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Barombong, berpapasan dengan rombongan pelaku. Korban sempat berusaha melarikan diri, namun terjatuh di Jalan Angkasa.

"Saat korban coba melarikan diri jatuh motornya di Jalan Angkasa, di situ korban dianiaya," kata Uji.

Remaja tersebut kemudian menjadi sasaran kekerasan brutal. Ia mengalami sembilan luka bacok di sekujur tubuh, bahkan sebuah busur panah tertancap di bagian pinggul.

"9 luka bacok, 1 busur tertancap di pinggulnya. Dia sempat teriak masyarakat saat itu belum keluar dan sudah keburu pingsan. Dia sempat teriak masyarakat saat itu belum keluar dan sudah keburu pingsan," jelasnya.

Korban yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar. Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Daya untuk penanganan lebih lanjut.

Halaman 3 dari 5
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads