Satu dari dua juru parkir (jukir) yang menikam sekuriti Ramayana di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya ditangkap. Pelaku berinisial S (60) berdalih nekat menikam korban karena persoalan kapling lahan parkir saat Car Free Day (CFD).
Pelaku S sempat buron selama empat hari sebelum akhirnya ditangkap di sekitar bundaran Pasar Pa'baeng-baeng, Jalan Dr. Ratulangi, Kamis (16/4). Dari hasil interogasi, pelaku menuding korban ikut mengklaim wilayah parkir.
"Dia (korban) mengkapling memang masuk pelataran (Ramayana), kan ada itu yang depan palang itu. Nah di situ dia kasih masuk motor-motor parkir. Dia (korban) klaim itu wilayahnya, padahal menurut pelaku kamu kan tidak resmi," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada detikSulsel, Kamis (16/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada polisi, pelaku S juga mengaku sempat dipukul lebih dulu oleh korban, meski pukulan tersebut tidak mengenai dirinya. Pelaku dan seorang rekannya kemudian membalas dengan menyerang korban.
"Setelah dia (pelaku) dipukul cuma tidak kena dia langsung balas pukul. Untuk pelaku (yang ditangkap) ini dia memarangi (korban), yang kemungkinan kena tangannya itu," bebernya.
Meski begitu, Uji menegaskan keterangan pelaku masih akan terus didalami oleh penyidik. Polisi juga masih memburu satu pelaku lainnya yang terlibat dalam kejadian tersebut.
"(Pelaku) langsung kami bawa ke Polsek, sambil kita dalami untuk mengejar pelaku lain," tuturnya.
Korban Ngaku Tegur Pelaku gegara Tutup Jalan
Sementara itu, sekuriti korban penikaman, S (42), sebelumnya mengaku hanya menegur pelaku yang menutup akses jalan saat mengatur parkir di Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (12/4) sekitar pukul 06.00 Wita. Korban meminta agar akses di samping Ramayana, yang menjadi jalur menuju salah satu restoran cepat saji, tidak ditutup sepenuhnya.
"Jadi dia sebagai sekuriti menyampaikan jangan ditutup total, kasi ruang sedikit untuk (pengunjung) lewat," ujar Iptu Uji kepada detikSulsel, Minggu (12/4).
Sekuriti Ramayana ditikam jukir saat CFD di Boulevard Makassar. Dokumen istimewa |
Namun teguran tersebut berujung penyerangan. Korban diserang oleh dua orang jukir di lokasi, salah satunya menggunakan badik.
"Iya jadi pertama dipukul, lalu di tikam. Untuk lukanya di punggung luka tikam dan di tangan," ujarnya.
(hmw/hmw)












































