Perumda (PD) Parkir Makassar Raya ogah disalahkan usai mobil keluarga wisudawan dirusak saat parkir di samping Gedung Pinisi UNM. PD Parkir menyebut juru parkir (jukir) liar bebas beraksi lantaran pihak kampus tak berkoordinasi saat akan menggelar acara wisuda.
"Perlu kami sampaikan bahwa, ini juga kelemahannya penyelenggara acara dengan kami, terkadang kami juga tidak bisa mendeteksi akan ada kegiatan di lokasi tersebut," ujar Humas PD Parkir Asrul kepada detikSulsel, Kamis (16/4/2026).
Atas kejadian ini, PD Parkir akan berkoordinasi dengan pihak kampus di Makassar. Dia berharap kampus yang akan menyelenggarakan wisuda berkoordinasi dengan PD Parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kampus-kampus, utamanya yang sering melaksanakan acara wisuda akbar supaya berkoordinasi PD Parkir sekaitan dengan akan adanya acara wisuda akbar," jelas Asrul.
Dia mencontohkan, Hotel Claro meminta pengawalan PD Parkir di sekitar hotel jika salah satu kampus akan menggelar wisuda. Sehingga, potensi momen ini dimanfaatkan jukir liar bisa diantisipasi.
"Contoh hari ini, kita sudah antisipasi di Claro karena manajemen Claro sudah menyampaikan jauh hari sebelumnya akan ada wisuda mulai tanggal 16-18, sehingga bisa kita antisipasi," katanya.
Sementara insiden mobil dirusak di UNM, PD Parkir lambat menerima laporan. Kendaraan sudah menumpuk saat tim Satgas PD Parkir tiba di lokasi.
"Untuk kejadian kemarin terus terang kami lambat menerima laporan kegiatan sehingga saat tim turun sudah terjadi penumpukan (kendaraan) dan sudah banyak jukir liar yang melakukan pungutan di lapangan," ungkapnya.
Meski demikian, PD Parkir akan memanggil pelaku yang meminta uang parkir Rp 20 ribu ke pengendara tersebut. Asrul juga menyebut kejadian ini berpotensi diproses hukum jika korban melapor ke polisi.
"Sekaitan dengan berita ini, melalui tim juga telah memanggil yang berangkutan, yang kami cari tahu pelakunya dan mungkin akan kita proses secara hukum. Kalau memang dari pihak pelapor atau korban merasa keberatan, kita arahkan melapor (ke polisi) agar diproses secara hukum," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, mobil milik keluarga wisudawan dirusak saat parkir di samping Gedung Pinisi UNM. Mobil tersebut diduga dirusak usai korban menolak membayar Rp 20 ribu ke oknum preman berkedok jukir.
Korban mendapati mobilnya rusak saat parkir di Jalan Pendidikan Raya, Rabu (16/4). Korban dalam narasi videonya mengaku saat itu sedang mencari tempat parkir sendiri tanpa diarahkan oleh oknum tersebut.
"Awalnya saya bersama keluarga mencari parkir sendiri tanpa ada juru parkir yang mengarahkan. Kami mengatur posisi mobil benar-benar rapi," katanya.
Namun setelah parkir, korban tiba-tiba diminta membayar Rp 20 ribu oleh jukir liar tersebut. Korban saat itu menolak karena jukir tak mampu memperlihatkan surat parkir resmi.
"Setelah acara wisuda selesai, kami mendapati mobil kami telah dirusak. Baut bamper depan sengaja dilepas," ungkapnya.
(asm/sar)











































