Mobil Keluarga Wisudawan UNM Dirusak Usai Preman Minta Uang Parkir Rp 20 Ribu

Mobil Keluarga Wisudawan UNM Dirusak Usai Preman Minta Uang Parkir Rp 20 Ribu

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 16 Apr 2026 13:05 WIB
Mobil keluarga wisudawan UNM diduga dirusak preman usai menolak bayar parkir Rp 20 ribu.
Mobil keluarga wisudawan UNM diduga dirusak preman usai menolak bayar parkir Rp 20 ribu. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Viral di media sosial mobil milik keluarga wisudawan dirusak saat parkir di samping Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM). Mobil tersebut diduga dirusak usai korban menolak membayar Rp 20 ribu ke oknum preman berkedok juru parkir (jukir).

Korban mendapati mobilnya rusak saat parkir di Jalan Pendidikan Raya, Rabu (16/4). Humas PD Parkir Makassar Raya, Asrul memastikan oknum yang memalak pengantar wisudawan itu merupakan jukir liar.

"(Pelaku) Jukir liar," kata Asrul kepada detikSulsel, Kamis (16/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil keluarga wisudawan UNM diduga dirusak preman usai menolak bayar parkir Rp 20 ribu.Mobil keluarga wisudawan UNM diduga dirusak preman usai menolak bayar parkir Rp 20 ribu. Foto:(dok. istimewa)

Asrul menyebut Tim Satgas PD Parkir kini sedang melakukan penelusuran terkait identitas pelaku. Tim Satgas akan meminta keterangan pelaku terkait kejadian tersebut dan berpotensi akan diproses secara hukum jika korban keberatan.

"Melalui tim juga telah memanggil yang berangkutan, yang kami cari tahu pelakunya dan mungkin akan kita proses secara hukum kalau memang dari pihak pelapor atau korban merasa keberatan, kita arahkan melapor (ke polisi) agar diproses secara hukum," katanya.

ADVERTISEMENT

Asrul berkelik kejadian itu imbas tidak adanya koordinasi pihak UNM dengan PD Parkir soal rencana penyelenggaraan acara wisuda. Sehingga PD Parkir tidak sempat melakukan langkah antisipasi di sekitar lokasi.

"Perlu kami sampaikan bahwa, ini juga kelemahannya penyelenggara acara dengan kami, terkadang kami juga tidak bisa mendeteksi akan ada kegiatan di lokasi tersebut," ucapnya.

Saat tim Satgas PD Parkir ke lokasi, lanjut Asrul, kendaraan sudah menumpuk yang dimanfaatkan jukir liar melakukan pungutan. PD Parkir berharap agar pihak kampus melakukan koordinasi agar kejadian serupa tak terulang.

"Kami sudah sampaikan ke tim, akan koordinasi dengan kampus-kampus, utamanya yang sering melaksanakan acara wisuda akbar supaya berkoordinasi PD Parkir sekaitan dengan akan adanya acara wisuda akbar," katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Keamanan UNM Dahlan mengaku insiden mobil pengantar wisudawan dirusak preman tak terkait dengan kampus. Pasalnya peristiwa itu terjadi di luar kampus.

Dahlan mengakui kawasan tersebut kerap jadi rebutan 2 kelompok preman. Namun belakangan, kata Dahlan, kedua kelompok tersebut telah dibina oleh PD Parkir.

"Di Jalan Pendidikan Raya, PD Parkir yang tangani. Jadi memang di Jalan Pendidikan Raya selalu bermasalah di situ, ada 2 kelompok di situ yang kelola melalui PD Parkir," ungkapnya.

Bahkan, kata Dahlan, dua kelompok preman sempat terlibat pertikaian yang nyaris berujung baku tikam pada momen wisuda sebelumnya akibat perebutan lahan parkir di kawasan tersebut. Namun belakangan, lahan parkir di Jalan Pendidikan Raya itu telah dibagi untuk dua kelompok tersebut, khususnya saat pelaksanaan wisuda.

"Bahkan wisuda yang lalu pernah hampir baku tikam (preman) di situ gara-gara lahan parkir. Preman semua, tapi sudah diberdayakan semua sama PD Parkir," pungkasnya.

Kejadian pemalakan oleh preman berkedok jukir ini viral di media sosial. Korban dalam narasi videonya mengaku saat itu sedang mencari tempat parkir sendiri tanpa diarahkan oleh oknum tersebut.

"Awalnya saya bersama keluarga mencari parkir sendiri tanpa ada juru parkir yang mengarahkan. Kami mengatur posisi mobil benar-benar rapi," katanya.

Namun setelah parkir, korban tiba-tiba diminta membayar Rp 20 ribu oleh jukir liar tersebut. Korban saat itu menolak karena jukir tak mampu memperlihatkan surat parkir resmi.

"Setelah acara wisuda selesai, kami mendapati mobil kami telah dirusak. Baut bamper depan sengaja dilepas," ungkapnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads