Atasan Diduga Lecehkan Cleaning Service RS Kemenkes Makassar Juga Dipecat

Atasan Diduga Lecehkan Cleaning Service RS Kemenkes Makassar Juga Dipecat

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 13 Apr 2026 18:44 WIB
Kantor PT Cipta Sarana Klin di Makassar.
Kantor PT Cipta Sarana Klin di Makassar. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

PT Cipta Sarana Klin selaku penyedia jasa kebersihan (pihak ketiga) mengakui memecat korban berinisial AD (25) imbas kasus pelecehan seksual mencuat di RSUP Kemenkes Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Perusahaan juga memecat terduga pelaku IR yang tak lain adalah atasan korban.

"Pihak rumah sakit tidak mau kalau ini ribut terus. Jadi kami ambil keputusan, kedua-duanya tidak bisa lagi kerja di rumah sakit," ujar Manager Personalia PT Cipta Sarana Klin, Bono Agus Sudiono kepada detikSulsel saat ditemui di kantornya, Senin (13/4/2026).

Bono menjelaskan kasus ini awalnya telah diselesaikan dengan mediasi antara terduga korban dan pelaku di lokasi kerja. Dalam mediasi itu, manajemen memutuskan memberi IR surat peringatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah itu, terus dia di lapangan ngoceh terus, ada saja kejadian ini itu, mengoceh," katanya.

Pihak rumah sakit juga sempat memperingatkan keduanya agar kasus ini tidak diributkan lagi. Namun belakangan peringatan tersebut tak diindahkan korban karena kasus masih viral.

ADVERTISEMENT

"Akhirnya diperingatkan sama pihak rumah sakit, clear juga. Tapi ini muncul lagi, sampai muncul di orang (tersebar)," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, AD yang bekerja sebagai cleaning service RSUP Kemenkes Makassar diduga dilecehkan oleh atasannya inisial IR. Mirisnya, korban malah dipecat usai melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Bono mengungkap jika korban AD juga melanggar aturan berpakaian di perusahaannya, yakni larangan berpakaian ketat. Dia juga dinilai melawan aturan perusahaan yang tidak bersedia saat akan diberi jadwal kerja bergilir (rolling).

"Kita terima baik-baik, dilarang pakai pakaian botol (ketat), ditegur, melawan. Tidak siap di-rolling, melawan terus," katanya.

Perusahaan dalam penyelidikan kasus ini juga menemukan dugaan lain. AD disebut kerap memancing terduga pelaku inisial IR hingga peristiwa pelecehan terjadi.

"Dia saya anggap memancing, dia suruh IR memegang perut. Dia (korban) akuin juga. Tapi kenapa dia mengaku dilecehkan. Pertama munculnya itu, setelah ditelusuri, IR juga mengaku 'saya disuruh pegang', diakui kedua belah pihak. Kenapa itu menjadi pelecehan?" katanya.




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads