Perusahaan jasa kebersihan (pihak ketiga) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kemenkes Makassar, PT Cipta Sarana Klin buka suara usai memecat cleaning service wanita berinisial AD (25) yang mengaku menjadi korban pelecehan atasan saat bekerja di rumah sakit tersebut. Manajemen memecat AD karena sudah dimediasi dengan pelaku tapi tetap berbicara ke publik hingga viral di media sosial.
"(Kasus) itu di lapangan sudah di-clear-kan, mediasi pertama, terus kedua dengan pihak rumah sakit, sudah. Tapi ini yang bersangkutan sudah dimediasi masih terus ngoceh sembarangan. Iya (viral di media sosial) ribut terus," ujar Manager Personalia PT Cipta Sarana Klin, Bono Agus Sudiono kepada detikSulsel saat ditemui di kantornya, Senin (13/4/2026).
Selain itu, Bono mengungkap jika korban AD juga melanggar aturan berpakaian di perusahaannya, yakni larangan berpakaian ketat. Dia juga dinilai melawan aturan perusahaan yang tidak bersedia saat akan diberi jadwal kerja bergilir (rolling).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita terima baik-baik, dilarang pakai pakaian botol (ketat), ditegur, melawan. Tidak siap di-rolling, melawan terus," katanya.
Perusahaan dalam penyelidikan kasus ini juga menemukan dugaan lain. AD disebut kerap memancing terduga pelaku inisial IR hingga peristiwa pelecehan terjadi.
"Dia saya anggap memancing, dia suruh IR memegang perut. Dia (korban) akuin juga. Tapi kenapa dia mengaku dilecehkan. Pertama munculnya itu, setelah ditelusuri, IR juga mengaku 'saya disuruh pegang', diakui kedua belah pihak. Kenapa itu menjadi pelecehan?" katanya.
Termasuk pengakuan AD yang menyebut ada korban pelecehan lainnya oleh IR. Bono meminta agar AD menghadirkan korban tersebut saat dimediasi.
"Di laporan katanya ada juga diinikan (dilecehkan), saya minta panggil itu orang, buktikan untuk dipertanggungjawabkan laporannya, nyatanya tidak bisa dia datangkan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, AD yang bekerja sebagai cleaning service RSUP Kemenkes Makassar diduga dilecehkan oleh atasannya inisial IR. Mirisnya, korban malah dipecat usai melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Saya dengan dia (terduga pelaku) cuma sebatas rekan kerja," ujar AD kepada detikSulsel, Jumat (10/4).
Dugaan pelecehan itu terjadi di lantai 9 gedung RSUP Kemenkes Makassar pada Kamis (22/1) sekitar pukul 20.30 Wita. Korban dilecehkan terduga pelaku yang merupakan pengawasnya.
"Dia atasanku, saya ini bawahannya, beda area pekerjaan lantai 11 dengan 9," tuturnya.
Korban telah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Makassar. Korban menyebut terduga pelaku kerap melakukan perbuatan asusila kepada bawahannya yang lain.
(asm/nvl)











































