Before-After Sampah di Teuku Umar Makassar Sepekan Menumpuk Usai Dibersihkan

Before-After Sampah di Teuku Umar Makassar Sepekan Menumpuk Usai Dibersihkan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 07 Apr 2026 08:13 WIB
Before-after sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar 13, Makassar.
Before-after sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar 13, Makassar. Foto: (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Sampah yang menumpuk di Jalan Teuku Umar 13, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya diangkut setelah sepekan dibiarkan. Papan bicara larangan membuang sampah kini dipasang di lokasi.

Kondisi sampah menumpuk itu tepatnya berada di depan sebuah pabrik di Jalan Teuku Umar 13, Kecamatan Tallo. Pantauan detikSulsel, Minggu (5/4), sampah awalnya menumpuk di bahu jalan sepanjang kurang lebih 10 meter.

Sampah tersebut bahkan ada yang berserakan di jalan hingga mengeluarkan bau tidak sedap. Di lokasi, terdapat tiga truk pengangkut berisi sampah tanpa pengemudi yang terparkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar.Kondisi sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar sebelum dibersihkan. Foto: (Nurul Hidayah/detikSulsel)

Warga bernama Yusuf mengatakan sampah menumpuk sudah sepekan. Truk sampah yang berada di lokasi juga disebut sudah sejak beberapa hari belum juga membawa sampah tersebut.

"Ada kurang lebih 1 minggu mungkin. Itu mobil (pengangkut sampah) ada yang begitu dari kemarin itu," kata warga bernama Yusuf kepada detikSulsel di lokasi, Minggu (5/4/2026).

ADVERTISEMENT

Yusuf mengatakan penumpukan sampah di lokasi itu kerap terjadi sejak tiga bulan terakhir. Namun ia mengaku truk sampah selalu datang setiap tiga hari sekali untuk mengangkut sampah tersebut.

Dia pun heran sudah seminggu belakangan sampah tersebut tak kunjung diangkut. Padahal truk pengangkut sampah sudah berada di lokasi sejak Sabtu (4/4).

"Ada (petugas pengangkut sampah), cuma kadang-kadang datang, kayak itu ada contoh di situ mobil. Itu mobil hanya standby begitu dari kemarin-kemarin," ujarnya.

Sampah Dibersihkan-Papan Bicara Dipasang

Pantauan detikSulsel di lokasi, Senin (6/4) pukul 16.15 Wita, tumpukan sampah sudah tidak terlihat. Tampak tiga papan larangan juga terpasang di bekas tumpukan sampah tersebut.

"Tadi malam dibersihkan, satu mobil tadi malam sampai jam 22.00 Wita. Tadi pagi (dilanjutkan) mulai jam 08.00 Wita sampai jam 10.00 Wita juga selesainya," kata Ketua RT 6/RW 4 Kelurahan Buloa Majusaka kepada detikSulsel di lokasi.

Majusaka mengatakan sampah tersebut telah dibersihkan oleh pengangkut sampah dari Kecamatan Tallo bekerja sama dengan RT/RW setempat. Ia mengaku penumpukan sampah itu terjadi akibat terlambatnya penjemputan sampah.

"Karena tidak ada penjemputan sampah, tidak ada pengambilan karenabertumpuknya pembuangan akhir, antre sampai tidak ada mobil mengambil (sampah) di sini,"tuturnya.

Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar 13 Makassar sudah diangkut.Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar 13 Makassar sudah diangkut. Foto:(Nurul Hidayah/detikSulsel)

Ia menyebut, kondisi tersebut juga diperparah oleh warga yang sering membuang sampah di lokasi tersebut. Meski sudah dilarang, warga tetap bandel sehingga penumpukan sampah terjadi.

Majusaka menegaskan pihak kecamatan hingga RT/RW setempat telah menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah di lokasi itu. Namun, ia menduga kebiasaan membuang sampah itu dipicu oleh kondisi tumpukan yang sudah terlanjur terlihat.

"Padahal sebenarnya nda bisa buang di sini karena kita sudah mengumumkan di masjid, setiap sampah warga taro di jalan porosnya jadi nanti kalau ada mobil, diambil itu sampahnya. Tapi warga separuh begitu, dibuang di sini karena dia liat banyak sampah," bebernya.

Ia mengatakan untuk mencegah tindakan serupa, kini lokasi tersebut dipasangi papan larangan. Selain itu ketua RT/RW juga akan melakukan patroli di lokasi untuk memastikan lokasi tersebut aman dari sampah.

Pemerintah kecamatan juga berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di lokasi tersebut. Ia menyebut, warga yang bebal dan tetap membuang sampah di lokasi itu akan disanksi.

"Belum pi dipasang CCTV nya baru papan (larangan) supaya warga tau kalau tidak bisami buang sampah di sini. Kalau ada buang sampah masuk CCTV, kita pajang di sini (mukanya) pakai poster," ujarnya.

Majusaka turut mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan menyimpan sampah tersebut di depan rumah masing-masing. Ia menegaskan, pemerintah akan segera mengoptimalkan penjemputan sampah hingga ke dalam lorong.

"Saran saya kalau ada sampah warga simpan saja di jalan poros kalau rumahnya tepat di pinggir jalan, kalau di lorong simpan saja di depan rumah. Nanti ada penjemput sampahnya, mudah-mudahan cepat ada," tutupnya.



(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads