Warga mengeluhkan air limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), masuk rumah. Warga juga mengeluhkan antrean truk pengangkut sampah yang memicu kemacetan setiap harinya.
Warga bernama Zainal (50) mengatakan air limbah sampah masuk ke rumah warga usia pembuangan dilakukan di sekitar akses TPA Tamangapa Bintang 5. Warga yang protes kemudian menutup akses ke TPA Bintang 5 di Jalan Tamangapa Raya pada Sabtu (28/3).
"Penutupan kemarin adanya limbah TPA yang masuk ke rumah warga. Makanya warga di (sekitar) TPA Bintang 5 Tamangapa menutup akses masuk," kata Zainal kepada detikSulsel, Minggu (23/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zainal, kondisi TPA Antang sudah memprihatinkan sebab limbah sampah masuk ke rumah warga. Kondisi itu membuat warga yang terdampak melakukan protes dengan menutup akses ke TPA Bintang 5.
"Kemarin kondisinya sangat memprihatinkan karena air limbahnya sampai masuk ke rumahnya orang, makanya warga demo tutup akses pembuangan," jelasnya.
Warga yang melakukan demo dan menutup akses ke TPA Bintang 5 sempat terlibat ketegangan dengan pihak pengamanan UPT TPA Tamangapa. Meski demikian, aparat pemerintah langsung turun ke lapangan mengamankan situasi.
"Kemarin sampai ada perlawanan dari pihak keamanan TPA sama warga. Mereka bersitegang, kebetulan ada Lurah, Camat, RT/RW turun supaya tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan. Sampai malam, sampai alat berat datang," bebernya.
Saat ini, akses menuju TPA Bintang 5 telah dibuka oleh warga. Sebanyak 2 ekskavator didatangkan untuk membersihkan sampah di sekitar pemukiman warga tersebut.
"Karena kemarin alatnya rusak makanya didatangkan alat baru tadi malam," jelasnya.
Dia menambahkan, warga juga mengeluhkan kemacetan yang terjadi hampir setiap hari. Penyebabnya mobil pengangkut sampah parkir di sepanjang jalan saat antre masuk TPA.
"Baunya, mobil antre bau juga. Masalah pedagang, toko, tutup karena tidak ada penghasilan, dipenuhi mobil antrean. Biasanya macet 2-3 km dari Antang sampai TPA, sangat luar biasa. Penyebabnya mobil antre masuk TPA karena full. Andaikan tidak full di dalam tidak perlu antre," katanya.
Saat ini, lanjut Zainal, warga berharap agar pemerintah segera memberi solusi terkait persoalan sampah di TPA. Dia menuturkan warga yang rumahnya berjarak sekitar 2 kilometer (km) dari TPA akan mendapat kompensasi namun sampai sekarang belum terealisasi.
"Karena puluhan tahun kita di sini cuma terima dampaknya, sementara kompensasi tidak ada. Bantuan sosial tidak ada, padahal ada dulu bahasa 2 km dari TPA ada kompensasi, nyatanya sampai sekarang tidak ada," jelasnya.
Bahkan, kata Zainal, warga sekitar TPA masih dikenakan iuran sampah Rp 25 ribu per bulan. Warga pun berharap agar TPA Tamangapa segera direlokasi.
"Kami juga sampai sekarang masih bayar iuran sampah tiap bulan. Kalau keinginan kemarin, kami 100% ingin kalau ditutup karena terus terang sudah lebih 30 tahun. Saya kira sudah cukup, terus suasana di TPA sudah full. Kalau ada lahan dibebaskan paling 2-3 hari penuh lagi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin merancang program memprioritaskan pembenahan infrastruktur pendukung di kawasan TPA Antang. Akses jalan hingga trotoar di sekitar lokasi akan dibenahi dengan total pagu anggaran Rp 23 miliar.
Adapun proyek tersebut dibagi dalam program pembangunan jalan menuju TPA Antang dengan alokasi anggaran mencapai Rp 10,6 miliar pada tahun 2026. Selain itu, melalui program penataan pedestrian yang dialokasikan dengan pagu anggaran sebesar Rp 12,65 miliar.
"Kami sudah melakukan rapat bersama dinas teknis terkait untuk memastikan solusi penanganan bongkar muat sampah ini berjalan berkelanjutan," ujar Appi dalam keterangannya, Jumat (27/3).
Hal ini disampaikan Appi usai menggelar rapat bersama dinas teknis yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas Pengerjaan Umum (PU), serta Dinas Penataan Ruang (Distaru). Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih tertata, meningkatkan aspek keselamatan, serta mendukung kelancaran aktivitas di sekitar akses TPA secara menyeluruh.
